Para Dubes Lakukan Diplomasi Ekonomi Dukung Industri Nasional

Jum'at, 25 Januari 2019 - 05:10 WIB
Para Dubes Lakukan Diplomasi...
Para Dubes Lakukan Diplomasi Ekonomi Dukung Industri Nasional
A A A
JAKARTA - Dinamika perekonomian global membutuhkan penyikapan yang tepat. Pemerintah menugaskan para duta besar yang akan memulai tugasnya, juga menjadi duta perekonomian dan perindustrian Indonesia. Untuk menjalankan diplomasi ekonomi secara terkoordinasi, para dubes diminta menggandeng lintas sektor.

"Kami mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri melakukan diplomasi ekonomi dengan memperkuat daya saing produk andalan ekspor, melindungi komoditas strategis Indonesia, berikut membuka pasar baru di luar negeri. Semua tadi dilakukan bersama-sama, melibatkan lintas sektor sektor industri," ujar Managing Director Sinar Mas, Gandhi Sulistiyanto, Kamis (24/1/2019).

Menurutnya, diplomasi ekonomi adalah agenda tetap pemerintah yang tak pernah terlewatkan. Hanya saja, ketika situasi politik dan ekonomi kawasan bergejolak, dimana setiap negara semakin kuat melindungi kepentingan nasional masing-masing, sinergi sangat diperlukan.

"Menteri Luar Negeri menyatakan, me first policy semakin sering kita jumpai. Proteksionisme melalui hambatan tarif maupun non tarif semakin menjadi pilihan. Sehingga penting bagi kami untuk membuka diri, berbagi informasi dengan para duta besar yang menjadi ujung tombak diplomasi ekonomi dan industri Indonesia di luar negeri," ungkapnya.

Terkait masalah proteksionisme ini, Sulistiyanto mengatakan, untuk mengamankan kepentingan ekonominya, sejumlah negara barat melakukan advokasi berikut kampanye melibatkan organisasi masyarakat sipil.

Mereka kerap menyudutkan komoditas andalan ekspor Indonesia, salah satunya kelapa sawit. Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar dunia dengan capaian devisa tahun 2017 hampir USD23 miliar. Dari sektor pulp dan kertas, devisa yang diraih hampir USD6 miliar. Sementara pertambangan batubara berkontribusi lebih dari USD21 miliar.

"Jadi bentuk kampanye mereka berupa gempuran disinformasi menyudutkan komoditas andalan ekspor Indonesia. Praktik tadi, dilakukan melalui beragam media baru, termasuk media sosial. Hal seperti ini menjadi tantangan baru yang mesti kita hadapi bersama," kata dia.

Karena itu, para industri andalan ekspor Indonesia melakukan pertemuan dengan para calon duta besar. Mereka yang hadir diantaranya perwakilan lembaga pemerintah, asosiasi industri serta organisasi profesi seperti Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) serta Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

Mereka saling berbagi informasi dan perspektif seputar potensi, pola operasi, keunggulan, kontribusi dan tantangan yang dihadapi industri sekaligus komoditas andalan ekspor Indonesia tadi kepada 22 orang duta besar dan calon duta besar.

Forum ini merupakan kesempatan ke-6, dimana sektor industri dan jajaran korps diplomatik saling bertukar informasi. Sebelumnya, selain Duta Besar, Atase Perdagangan dan Kepala Pusat Promosi Perdagangan Indonesia ITPC, pernah pula terlibat dalam kegiatan serupa.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Kertas Terapkan...
Industri Kertas Terapkan Ekonomi Hijau
28 Unit Usaha dan Mitra...
28 Unit Usaha dan Mitra Pemasok APP Sinar Mas Raih Penghargaan Manajemen K3 dari Kemnaker
Industri Pulp dan Kertas...
Industri Pulp dan Kertas Dikembangkan dengan Prinsip Green Consumerism
Pelaku Industri Pulp...
Pelaku Industri Pulp dan Kertas Siap Hadapi Ketidakpastian Global
Solusi Digital Pacu...
Solusi Digital Pacu Kinerja Industri Pulp dan Kertas Lebih Optimal
Mengenal Grup Musim...
Mengenal Grup Musim Mas, Produsen Sawit Ramah Lingkungan di Sorek Riau
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
15 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved