Sanksi AS ke Venezuela Tahan Penurunan Harga Minyak

Rabu, 30 Januari 2019 - 10:16 WIB
Sanksi AS ke Venezuela...
Sanksi AS ke Venezuela Tahan Penurunan Harga Minyak
A A A
SINGAPURA - Harga minyak pada perdagangan hari ini stabil, meski dibayangi oleh redupnya prospek ekonomi global. Adanya kekhawatiran atas gangguan pasokan akibat sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap ekspor minyak Venezuela membuat harga minyak tak merosot lebih dalam.

Minyak mentah berjangka Texas West Intermediate (WTI) AS tercatat berada di USD53,28 per barel, USD3 sen di bawah harga terakhirnya. Sementara minyak mentah berjangka internasional Brent naik 1% di atas harga penutupan terakhirnya ke USD61,33 per barel.

Washington pada Senin (28/1) lalu mengumumkan sanksi ekspor terhadap perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA dan membatasi transaksi antara perusahaan-perusahaan AS yang melakukan bisnis dengan Venezuela melalui pembelian minyak mentah dan penjualan produk-produk olahan.

Sanksi tersebut bertujuan untuk membekukan hasil penjualan dari ekspor PDVSA sekitar 500.000 barel per hari (bph) minyak mentah ke Negeri Paman Sam tersebut. Langkah itu sempat mendorong harga minyak pada awal pekan ini.

"Volume ekspor (Venezuela) tidak akan dihilangkan dari pasar, tetapi dialihkan ke negara lain," kata Paola Rodriguez-Masiu, seorang analis di konsultan Rystad Energy yang dikutip Reuters, Rabu (30/1/2019).

Dengan keluarnya AS sebagai pelanggan minyak Venezuela, dia menambahkan, maka China dan India yang akan mengambil pasokan minyak ini dengan diskon besar.

Analis lain menilai pelemahan ekonomi global menjadi penangkal kekhawatiran di sisi penawaran, sehingga pembatasan pasokan secara sukarela oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), belum mampu menopang harga.

"Krisis politik Venezuela serta janji Saudi untuk menurunkan produksi lebih lanjut seharusnya mendorong naik harga minyak mentah, tetapi meningkatnya kekhawatiran tentang pertumbuhan global, terutama China, justru menarik ke arah yang berlawanan," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, Denmark.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Konflik Venezuela Tak...
Konflik Venezuela Tak Cukup Kuat Dongkrak Harga Minyak Dunia
Harga Minyak Dunia Terpangkas...
Harga Minyak Dunia Terpangkas Turun 10% di 2023
Ekonomi China Menggeliat,...
Ekonomi China Menggeliat, Harga Minyak Dunia Menguat
AS Gantungkan Nasib...
AS Gantungkan Nasib ke Minyak Venezuela? Bos Chevron Beberkan Tantangannya
Risiko Perekonomian...
Risiko Perekonomian Global dalam Penangkapan Maduro
150 Juta Barel Minyak...
150 Juta Barel Minyak Venezuela Banjiri Pasar Dunia, AS Siapkan Senjata Rahasia
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
4 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
4 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
6 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
6 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
7 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
8 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved