Negosiasi Kedelai dan Kemajuan Penting Pembicaraan Dagang China-AS

Jum'at, 01 Februari 2019 - 16:08 WIB
Negosiasi Kedelai dan...
Negosiasi Kedelai dan Kemajuan Penting Pembicaraan Dagang China-AS
A A A
WASHINGTON - Delegasi perdagangan China mengklaim telah membuat beberapa kemajuan penting dalam pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS), seperti dilaporkan media pemerintah China. Meski tidak ada kesepakatan tercapai pada akhir pertemuan dua hari di Washington, tetapi China berjanji akan membeli lebih banyak kedelai asal AS.

Seperti dilansir BBC, Jumat (1/2/2019) kedua ekonomi terbesar di dunia tersebut terus mendorong mencapai kata sepakat dengan batas waktu hingga 1 Maret, mendatang untuk mencegah bergulirnya babak baru perang tarif. Pada konferensi pers dengan Wakil Perdana Menteri Liu He kemarin, Presiden Trump mengaku berharap bisa bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk menyelesaikan kesepakatan karena dikejar tenggat waktu yang semakin mendekat.

"Kami telah membuat kemajuan luar biasa. Ini tidak berarti kami mencapai kesepakatan, tetapi ada hubungan yang luar biasa dan perasaan hangat," ujar Presiden Trump saat China setuju untuk meningkatkan impor produk pertanian AS, energi, barang industri hingga layanan selama melakukan pembicaraan bersama Liu He.

Progress


Kedua belah pihak berlomba untuk mencapai kesepakatan perdagangan pada 1 Maret, atau AS sebelumnya mengancam bakal kembali menaikkan tarif terharap produk-produk asal China senilai USD200 miliar atau mengalami peningkatan dari 10% menjadi 25%. Negosiator perdagangan AS setuju untuk mengunjungi China dalam lanjutan diskusi pada pertengahan Februari, mendatang.

Pada bulan Desember, kedua negara menyetujui genjatan perang dagang selama 90 hari untuk menjalin negosiasi dalam upaya meredakan konflik dagang antara kedua negara yang meningkat, untuk menyebabkan penerapan kebijakan kenaikan tarif atas produk-produk keduanya yang bernilai miliaran dolar.

Perjanjian Kedelai


Tidak lama setelah gencatan mulai berlaku, China yang sejauh ini merupakan importir kedelai terbesar di dunia telah membeli 1,13 juta ton dari AS. Gedung Putih mengatakan kemarin, bahwa negara tersebut telah setuju untuk membeli tambahan 5 juta ton kedelai.

Kedelai telah berada di garis depan negosiasi, karena petani AS mengalami tekanan akibat kehilangan pelanggan terbesar mereka secara tiba-tiba. Tercatat Negeri Tirai Bambu -julukan China- telah mengimpor lebih dari 30 juta ton kedelai dari AS pada 2017 untuk kemudian angkanya menurun tajam tahun lalu di tengah perang dagang.

Sementara itu, sektor bisnia China berusaha mencari sumber baru untuk menggantikan pasokan kedelai yang berasal dari AS, sebelumnya yang merupakan pemasok terbesar kedua negara itu setelah Brasil pada 2017.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
Bangun Ekonomi Konsumen...
Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara
China Membalas Tarif...
China Membalas Tarif Impor AS, Mulai Berlaku 10 Februari 2025
Perusahaan China Makin...
Perusahaan China Makin Banyak Masuk Daftar Hitam AS
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
1 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
2 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
2 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved