Gubernur BI: Kebijakan Moneter Global Mulai Kendur

Jum'at, 08 Februari 2019 - 15:45 WIB
Gubernur BI: Kebijakan...
Gubernur BI: Kebijakan Moneter Global Mulai Kendur
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melihat arah kebijakan bank sentral di berbagai kawasan di dunia saat ini mulai mengendur. BI pun akan menyesuaikan kebijakan moneternya sesuai namun dengan fokus pada stabilitas guna memperkokoh fundamental ekonomi.Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan bank sentral di berbagai negara memang berbeda-beda menyesuaikan kondisi ekonomi masing-masing. Namun, imbuh dia, tahun ini arah kebijakan moneter global menunjukkan indikasi netral dan tidak seketat tahun-tahun sebelumnya.
"Esensinya, arah kebijakan moneter global khususnya di Amerika Serikat (AS) tidak seketat yang kita perkirakan sebelumnya," ujar Perry, Jumat (8/2/2019).

Menurut dia, kenaikan suku bunga normatif tidak setinggi yang diperkirakan. Berbagai pihak, kata dia, memperkirakan paling banyak AS akan menaikkan suku bunga dua kali. Ada pula yang memperkirakan satu kali, atau bahkan tidak naik sama sekali. "Tapi masih ada ketidakpastian. Bagaimana respons masing-masing bank sentral ditentukan kondisi masing-masing negara," tambahnya.

Di Indonesia sendiri, lanjut dia, untuk suku bunga arah kebijakan moneter yang diterapkan BI masih fokus menjaga stabilitas eksternal, khususnya nilai tukar dan bagaimana menurunkan Current Account Defisit (CAD) atau Defisit Transaksi Berjalan untuk memperkokoh fundamental ekonomi.

"Tiap bulan kami review perkembangan ekonomi dan domestik, dan bagaimana menentukan kebijakan suku bunga ke depan. Jadi kebijakan moneter suku bunga masih diarahkan menjaga stabilitas eksternal, untuk nilai tukar dan turunkan defisit transaksi berjalan," tegasnya.

Perry juga meyakinkan bahwa likuiditas perbankan di Indonesia tetap kuat dan menjukkan ekonomi yang lebih baik di tahun 2019.

"Tapi, arah kebijakan likuiditas tetap kami kendurkan. Likuiditas perbankan sudah kami lakukan injeksi melalui operasi moneter. Secara keseluruhan kondisi likuiditas perbankan masih cukup. Kebijakan likuiditas kami arahkan pro-growth," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank Indonesia Kembali...
Bank Indonesia Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Thomas Djiwandono Blak-blak...
Thomas Djiwandono Blak-blak Soal Sinergi Fiskal dan Moneter di Masa Depan
BI Tetap Tahan Suku...
BI Tetap Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%
Paradoks Fleksibilitas...
Paradoks Fleksibilitas dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia...
Gubernur Bank Indonesia Ungkap Arah Kebijakan Moneter di 2023
Inersia Moneter: Perilaku...
Inersia Moneter: Perilaku dan Psikologi di Balik Kebijakan Bank Sentral
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
36 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
11 jam yang lalu
Infografis
10 Fitur Range Rover...
10 Fitur Range Rover Autobiography LWB, Mobdin Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved