Rupiah Ditutup Lesu, Prospek Curam Negosiasi AS-China Bikin Dolar Naik

Senin, 11 Februari 2019 - 16:43 WIB
Rupiah Ditutup Lesu,...
Rupiah Ditutup Lesu, Prospek Curam Negosiasi AS-China Bikin Dolar Naik
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (11/2/2019) masih lesu untuk terus merosot di kisaran level Rp14.035/USD. Setelah sempat membaik, rupiah kemudian berbalik tertekan untuk mengiringi dolar yang menanjak naik di awal pekan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah merosot hingga Rp14.035/USD atau memburuk dari sebelumnya Rp13.960/USD. Pergerakan harian rupiah pada pertengahan Februari 2019 berada pada posisi Rp13.960 hingga Rp14.045/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga jatuh cukup dalam ke level Rp14.034/USD dibandingkan sesi akhir pekan kemarin Rp13.955/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.985-Rp14.047/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga tenggelam hingga bertengger pada posisi Rp14.030/USD atau tidak lebih baik dari sebelumnya yang sempat membaik. Sentimen eksternal diyakini membuat dolar tak berdaya saat dolar semakin berjaya mendekati posisi terbaiknya.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level penyusutan menjadi Rp13.995/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih fluktuatif usai kemarin Rp13.992/USD.

Dolar sementara itu seperti dilansir Reuters, menanjak naik pada perdagangan Senin seiring kekhawatiran atas kelanjutan negosiasi perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China kembali mencuat. Investor menyakini pembicaraan lanjutan AS-China pekan ini tidak akan menyembuhkan keretakan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Greenback sedang terangkat oleh daya tarik safe haven karena investor khawatir tentang perlambatan ekonomi global yang tajam. Tren kenaikan dolar AS menuju level terbaiknya yang berturut-turut dalam delapan hari. Indeks dolar yang mengukur nilainya versus enam mata uang utama, sedikit lebih tinggi di 96,74.

Pada Senin pagi, ketika pasar China dibuka kembali setelah liburan satu minggu, dolar 0,5% lebih tinggi terhadap yuan di 6,7753 sementara yuan relatif tidak berubah pada level 6,7808. Selanjutnya Euro sedikit lebih rendah versus greenback pada posisi 1,1322 saat berhadapan dengan USD sementara Aussie 0,1% lebih tinggi menjadi 0,7096, setelah kehilangan 2,2%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
14 menit yang lalu
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
27 menit yang lalu
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
30 menit yang lalu
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
45 menit yang lalu
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
4 jam yang lalu
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
4 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved