Rupiah Perlahan Pulih di Akhir Sesi Iringi Kebangkitan Euro

Senin, 18 Februari 2019 - 17:31 WIB
Rupiah Perlahan Pulih...
Rupiah Perlahan Pulih di Akhir Sesi Iringi Kebangkitan Euro
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (18/2/2019) perlahan mulai membaik setelah sepanjang pekan kemarin terseok-seok di zona merah. Pulihnya mata uang Garuda mengiringi euro yang juga bangkit dari posisi terendah seiring optimisme pembicaraan perdagangan.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan naik tipis menjadi Rp14.105/USD atau meningkat dibandingkan penutupan sebelumnya Rp14.148/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.075 hingga Rp14.140/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau dengan berada pada level Rp14.106/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mendaki dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.116/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat mulai balik melawan, pada perdagangan spot exchange merayap ke level Rp14.107/USD dibandingkan akhir pekan, kemarin Rp14.154/USD. Rupiah di perdagangan awal pekan bergerak pada kisaran Rp14.085-Rp14.117/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah melaju pada zona hijau untuk bertengger ke posisi Rp14.105/USD untuk terus memperlihatkan sinyal penguatan. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan, Jumat kemarin di level Rp14.130/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, Euro menguat kembali di atas level 1,13 saat berhadap dengan USD dan mata uang berisiko seperti dolar Australia naik pada hari Senin karena optimisme atas terobosan dalam pembicaraan perang perdagangan AS-China UNTUK meningkatkan sentimen investor pada awal minggu.

Euro telah terjebak dalam kisaran perdagangan yang ketat sejak November karena pelemahan yang meluas dalam ekonomi zona euro, untuk diimbangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat tahun ini. Tetapi setelah mencapai level terendah tiga bulan pada hari Jumat, euro telah bangkit kembali meski tidak besar.

Kebangkitan euro dibantu oleh suasana positif di sekitar aset berisiko karena investor berharap untuk mengakhiri konflik perdagangan AS-China setelah kedua belah pihak melaporkan kemajuan dalam pembicaraan. Euro bergerak lebih tinggi 0,1% menjadi 1,1303 sat melawan dolar AS.

Sedangkan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tergelincir 0,1% menjadi 96,848 dalam sesi yang cenderung tenang. Selanjutnya Dolar Australia yang dipandang sebagai barometer sentimen risiko, naik 0,1% menjadi 0,7147 terhadap dolar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
57 menit yang lalu
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
9 jam yang lalu
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
11 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
12 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
14 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
14 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved