Kementan dan DPR Serahkan Bantuan Alsintan untuk Petani Kebumen

Minggu, 24 Februari 2019 - 06:44 WIB
Kementan dan DPR Serahkan...
Kementan dan DPR Serahkan Bantuan Alsintan untuk Petani Kebumen
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pra panen dan pasca panen kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Adapun alsintan yang diberikan adalah 1 traktor roda empat, 25 traktor roda dua, 14 pompa air empat inch, 8 pompa air delapan inch, 50 hand sprayer, dan 5 power thesher.

Selain Bamsoet, hadir dalam acara tersebut antara lain Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian, Sarwo Edy; Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan, Rizal Djalil; Bupati Kabupaten Kebumen, Yazid Mahfudz; Kapolres Kabupaten Kebumen AKBP, Robertho Pardede; dan Komandan Kodim 0709/Kebumen Letkol Infanteri, Zamril Piliang.

Pendistribusian alsintan ini adalah salah satu strategi pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama DPR untuk menyempurnakan manajemen teknis untuk mendongkrak produksi pertanian.

Dengan begitu, menurut Bamsoet, petani juga bisa lebih nyaman mengelola lahan karena tidak perlu memikirkan pengeluaran uang untuk membeli alsintan. DPR selalu memastikan agar petani terfasilitasi dengan baik, mulai dari benih, bibit, pupuk, irigasi, sampai ke pemasaran hasil pertanian.

"Saya percaya, menyejahterakan bangsa Indonesia salah satu caranya harus dimulai dengan menyejahterakan petaninya," ujar Bamsoet saat menyerahkan bantuan Alsintan di Desa Entak, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini memaparkan, berdasarkan data Kementerian Pertanian, potensi lahan pengembangan pertanian padi, jagung, kedelai, dan ubi kayu (PJKU) di Kabupaten Kebumen mencapai 45.331 hektar. Terdiri atas lahan basah (sawah) eksisting seluas 41.278 hektar dan potensi pengembangan tanaman pangan lahan kering seluas 4.053 hektar.

Terdapat 19 Kecamatan di Kabupaten Kebumen mempunyai potensi besar dalam pengembangan pertanian padi seluas 26.937 hektar. Seperti Kecamatan Ambal, Adimulyo, Alian, Bonorowo, Buayan, Buluspasantren, Gombong, Karanganyar, Kebumen, Klirong, Kutowinagun, Kuwarasan, Mirit, Pejagoan, Petanahan, Prembun, Puring, Rowokele, Sruweng, dan Sempor.

"Bahkan di tahun 2018, Kabupaten Kebumen mampu menaikan Luas Tambah Tanam Padi dari 78.145 hektar di periode Oktober 2016-September 2017, menjadi 81.056 hektar di periode Oktober 2017-September 2018. Surplus sekitar 2.911 hektar ini menjadi bukti bahwa petani di Kabupaten Kebumen sangat tangguh," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini yakin, dengan visi pembangunan Tahun 2005-2025, Kabupaten Kebumen mampu menjadi daerah yang mandiri dan sejahtera berbasis agribisnis. Dengan demikian, Kabupaten Kebumen tidak hanya menghasilkan produk-produk pertanian saja, tetapi industri hilirnya juga akan berkembang, baik berupa industri berskala kecil menengah maupun besar.

"Melalui peningkatan program pasca panen, stabilitas harga hasil pertanian akan terjaga, lapangan pekerjaan akan terbuka, dan pendapatan daerah meningkat. Yang selanjutnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," tandas Bamsoet.

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy, menambahkan dalam APBN 2019, DPR bersama pemerintah menyiapkan hampir Rp4,9 triliun untuk Ditjen Prasaranana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian yang bertanggung jawab mengurusi alsintan dan irigasi tersier.

Tak hanya itu, DPR dan pemerintah juga menetapkan pagu subsidi pupuk tahun anggaran 2019 sebanyak 9,55 juta ton atau setara dengan Rp29,5 triliun, baik untuk pupuk Urea, SP-36, ZA, NPK maupun organik.

"Besarnya anggaran yang digelontorkan sejalan dengan misi besar Indonesia untuk menggenjot produktivitas padi, dari sekitar 56,54 juta ton pada 2018 mencapai 84 juta ton di 2019, jagung 33 juta ton, kedelai 2,80 juta ton, bawang merah 1,41 juta ton, cabai 2,29 juta ton, dan bawang putih 0,079 juta ton," jelas Sarwo Edhy dalam keterangan resmi, Sabtu (23/2/2019).

Tak hanya di Kabupaten Kebumen, lanjut Sarwo, pendistribusian alsintan juga dilakukan ke berbagai daerah lainnya, khususnya daerah dengan potensi pertanian yang besar. Sudah ratusan ribu traktor yang disebar ke seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh sampai Papua, dari Miangas sampai Pulau Rote.

"Berbagai fasilitas yang telah diberikan kepada para Gapoktan, hendaknya bisa dirawat dengan baik. Jangan sampai bantuan tersebut menjadi sia-sia. Karena yang rugi bukan hanya para petani, melainkan juga bangsa Indonesia," pungkas Sarwo Edhy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Genjot Produktivitas...
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemerintah Dukung Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian lewat KUR
DPR: Jaga Produktivitas,...
DPR: Jaga Produktivitas, Bengkel Alat Pertanian Harus Didukung
DPR Minta Kementan Lakukan...
DPR Minta Kementan Lakukan Penelitian Lanjutan Kalung Anti-Corona
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
Ubah Mindset Petani...
Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
DPR Minta Kementan Tunjukkan...
DPR Minta Kementan Tunjukkan Basis Riset Kalung Anti-Corona
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
7 menit yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
28 menit yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved