LinkAja Buka Peluang Inklusi Keuangan yang Lebih Luas

Senin, 25 Februari 2019 - 12:27 WIB
LinkAja Buka Peluang...
LinkAja Buka Peluang Inklusi Keuangan yang Lebih Luas
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN memiliki cita-cita yang besar untuk memiliki satu layanan keuangan berbasis elektronik yang bisa dipergunakan diseluruh perusahaan badan usaha milik negara. Untuk mewujudkan ini, Kementerian BUMN menggabungkan sejumlah layanan fintech BUMN menjadi LinkAja sebagai penyedia layanan keuangan berbasis elektronik.

LinkAja merupakan pengembangan dari TCASH, layanan keuangan berbasis mobile pertama di Indonesia, yang hadir sejak tahun 1997.

CFA Director of institutional Equity Sales CGS-CIMB Securities, Kartika Sutandi, menilai penggabungan layanan keuangan menjadi LinkAja adalah langkah yang sangat baik. Menurut Kartika, sudah seharusnya pemerintah hanya memiliki satu perusahaan keuangan berbasis elektronika.

Ia pun mencontohkan Hong Kong. Pemerintah di sana hanya mengeluarkan satu kartu saja yaitu Octopus Card. Untuk melayani masyarakat dan turis yang hendak menggunakan transportasi umum, beli makanan, membeli tiket hiburan, bahkan berbelanja. Pun dengan Singapura, pemerintahnya hanya memiliki satu kartu, yaitu EZ-Link Card.

"Sudah saatnya pemerintah kita memilki satu universal payment system seperti LinkAja. Di Indonesia, e-money baru ada beberapa tahun yang lalu dan semua bank mengeluarkannya. Sebenarnya universal payment system lebih bagus kalau di keluarkan pemerintah karena banyak data yang bisa di dapatkan dari penggunaan universal payment system. Dan sudah seharusnya pemerintah memiliki data tersebut. Sehingga dengan memiliki satu perusahaan layanan keuangan berbasis digital, pemerintah dapat memiliki data keuangan serta behavior masyarakat dan turis yang datang," terang Kartika.

Selain itu, sambung Kartika, dengan satu kartu yang dikeluarkan oleh pemerintah akan terjadi efisiensi. Karena perusahaan BUMN tidak perlu mengeluarkan Capex (belanja modal) yang besar dan tidak perlu saling 'membakar' uang.

Dan rencana LinkAja untuk masuk melayani pengguna jalan tol, transportasi publik milik negara, pembayaran BPJS dan SPBU Pertamina juga sangat tepat.

"Dengan menjadi penyedia pembayaran di jalan tol, transportasi publik milik negara, BPJS dan SPBU Pertamina maka masyarakat pasti akan menggunakan LinkAja. Pemerintah bisa membuat use case lebih mudah tanpa harus jor-joran membakar uang," papar Kartika, Senin (25/2/2019).

Manfaat lainnya dari kahadiran LinkAja menurut Kartika adalah dapat dijadikan salah satu alat bagi pemerintah untuk menyalurkan dana bantuan, baik itu bantuan langsung tunai maupun subsidi BBM. Dengan menggunakan layanan LinkAja, pemerintah dapat membuat masyarakat yang tergolong unbanked menjadi banked.

"Sehingga kehadiran LinkAja bisa dipergunakan pemerintah untuk mengawasi penggunaan bantuan yang selama ini dikeluarkan pemerintah melalui dana APBN. Diharapkan dengan adanya LinkAja, kebocoran anggaran subsidi dapat diminimalkan. Selain itu, dengan adanya LinkAja, pemerintah bisa membuat kebijakan subsidi yang tepat bagi warga negaranya," terang Kartika.

Saat ini, LinkAja memiliki berbagai fitur seperti bayar merchant, beli pulsa atau data, bayar beli di HP, belanja online dan berbagai uang. Nantinya LinkAja juga bisa dipergunakan untuk melakukan pembayaran di jalan tol, MRT, LRT, SPBU Pertamina, BPJS, pembayaran PDAM serta mikro insurance.

Sehingga integrasi beragam layanan dari sisi teknologi dan perbankan akan semakin terwujud. Akses masyarakat untuk menikmati fasilitas layanan unbanked juga akan semakin mudah, dengan dukungan kekuatan jaringan layanan telekomunikasi yang sudah terbukti kemampuannya dari keunggulan layanan TCash sebelumnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gojek Suntik Dana Segar...
Gojek Suntik Dana Segar ke LinkAja Melalui Saham Seri B
Siapkan Strategi Baru,...
Siapkan Strategi Baru, LinkAja Mempertajam Solusi Finansial Digital
Mendorong Akses Pembiayaan...
Mendorong Akses Pembiayaan Inklusif dan Literasi Keuangan saat Multifinance Day 2024
Peran Fintech dalam...
Peran Fintech dalam Mendukung Terciptanya Ekonomi yang Inklusif
Dorong Akses Keuangan...
Dorong Akses Keuangan Inklusif, Aurora Tech Award 2026 Luncurkan Jalur Fintech
LinkAja Sebut Pengguna...
LinkAja Sebut Pengguna Layanan Business Solution Tumbuh 70%
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved