Petani Lahan Rawa Sumsel Rasakan Manfaat Alsintan Ekskavator

Senin, 25 Februari 2019 - 20:37 WIB
Petani Lahan Rawa Sumsel...
Petani Lahan Rawa Sumsel Rasakan Manfaat Alsintan Ekskavator
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) sedang gencar menggarap lahan rawa lebak dan pasang surut. Alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa ekskavator yang diberikan kepada masyarakat tani akan dioptimalkan pemanfaatannya.

"Dengan memanfaatkan ekskavator tersebut, maka lahan rawa dan lebak menjadi produktif, seperti di Sumatra Selatan," kata Direktur Alsintan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alamsyah, dalam keterangan resmi, Senin (25/2/2019).

Untuk lahan rawa, Ditjen PSP telah menyiapkan bantuan 200 unit ekskavator besar dan 14 unit ekskavator mini dari pengadaan tahun 2018. Direncanakan akan dilakukan penambahan sebanyak 30 unit ekskavator mini pada tahun 2019.

Nur Alamsyah menyebutkan, Kementan telah menyalurkan bantuan ekskavator sebanyak 69 unit di Provinsi Sumatra Selatan. Berdasarkan pantauan, bantuan tersebut bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut.

"Pemantauan ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Alsintan dan ekskavator harus bekerja optimal sehingga lahan rawa menjadi lahan sawah produktif," ujarnya.

Diharapkan, produksi pangan, khususnya beras, akan meningkat dan kesejahteraan petani tercapai. Dari lahan rawa diharapkan juga dapat memenuhi pangan dunia.

Kepala Desa Talang Rejo, Kecamatan Muara Talang, Banyuasin, Sumsel, Hendrik Kuswoyo mengaku, adanya ekskavator memberikan hasil dan nilai tambah yang begitu besar bagi pertanian dan petani. Dari 1 unit ekskavator dapat mengerjakan long storage sepanjang 20 km dengan lebar 2,5 meter.

Ini dapat mengairi sawah seluas 1.800 hektar (ha) dengan indeks pertanaman (IP) 200, yakni menanam padi 2 kali setahun. Produktivitas padi yang tadinya 8,5 ton menjadi 13 ton per ha untuk dua musim tanam. Jadi, ada selisih 5 ton per ha," ungkap Hendrik.

Hendrik menjelaskan, dalam pengerjaan optimalisasi lahan rawa menjadi lahan sawah produktif ini, pemerintah desa memanfaatkan dana desa untuk biaya BBM dan operator. Total dana desa mencapai Rp800 juta, namun digunakan untuk membuat long storage sepanjang 20 km dengan lebar 2,5 meter hanya Rp270 juta.

"Namun, dengan adanya bantuan ekskavator, pengerjaan ini bisa dilakukan hanya butuh waktu 2 bulan saja. Tapi kalau tidak ada ekskavator bisa 5 tahun," jelasnya.

Kemudian, sambung Hendrik, jika tidak ada ekskavator, pengerjaan long storage tersebut juga membutuhkan dana Rp900 juta untuk sewa alat dan bahan bakar minyak Rp160 juta. Belum lagi biaya operator, per meternya Rp3 juta sehingga totalnya biaya operator untuk long storage sepanjang 20 km itu sebanyak Rp60 juta.

"Jadi, jika tanpa bantuan ekskavator ini, total biaya yang dibutuhkan untuk sewa ekskavator dan biaya operasional untuk pembuatan long storage sepanjang 20 km dan lebar 2,5 meter sekitar Rp3,5 miliar," sebutnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
Ubah Mindset Petani...
Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
Genjot Produktivitas...
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemerintah Dukung Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian lewat KUR
DPR: Jaga Produktivitas,...
DPR: Jaga Produktivitas, Bengkel Alat Pertanian Harus Didukung
Kejagung Periksa Tiga...
Kejagung Periksa Tiga Saksi dugaan Korupsi Alat Pertanian Kementan
Kejari Cirebon Tahan...
Kejari Cirebon Tahan Dua ASN Terkait Korupsi Alsintan Kementan
Berita Terkini
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
8 menit yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
37 menit yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
1 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
1 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
1 jam yang lalu
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
2 jam yang lalu
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved