Program Serasi Jadikan Kalsel Lumbung Padi Nasional

Senin, 25 Februari 2019 - 20:23 WIB
Program Serasi Jadikan...
Program Serasi Jadikan Kalsel Lumbung Padi Nasional
A A A
JAKARTA - Program Selamatkan Rawa Sejahterakan petani (Serasi) yang menyasar peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas Pertanaman Padi di lahan rawa Kalimantan Selatan (Kalsel) berjalan sukses.

Di sana, berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan implementasi program Serasi mencapai 250.000 hektare.

Angka itu terdiri dari Kabupaten Tapin 35.000 hektare, Kabupaten Hulu Sungai Utara 20.000 hektare, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 30.000 hektare, Kabupaten Tanah Laut seluas 30.000 hektare, Kabupaten Banjar seluas 35.000 hektare dan Kabupaten Barito Kuala seluas 100.000 hektare.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus menggarap ratusan ribu hektare lahan rawa dan pasang surut yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Garapan ini masuk pada rencana jangka panjang program Serasi

"Nah, dengan Serasi kita harus mencoba menerapkan teknologi baru, yang semua pendekatannya menggunakan teknologi. Sebab tanpa teknologi kita tidak akan bisa bersaing dengan negara lain," kata Amran, dalam siaran pers, Senin (25/2/2019).

Menurut dia, teknologi yang dimaksud meliputi proses pembibitan, perawatan sampai proses masa panen dengan menggunakan combine harvester atau alat canggih yang bisa memanen padi dengan sistem dan waktu yang cepat.

"Dulu kalau panen 1 hektare butuh 25 hari. Tari kita bisa lihat panen hari ini hanya butuh waktu 3 jam. Ini artinya kita mampu menekan biaya operasional sampai 40%. itulah yang kami kembangkan, pertanian tradisional kita transformasikan jadi pertanian modern," katanya.

Amran menjelaskan, saat ini ada lebih dari 10 juta hektare potensi lahan tidur dan petani tidur yang perlu dibangunkan pemerintah. Luasan lahan itu akan dijadikan lahan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan para petani.

"Kami juga sudah disiapkan benih yang cocok untuk lahan rawa dan pasang surut yang kita teliti selama 2 tahun. namanya benih infara 2 dan infara 3. Benih ini mampu menghasilkan produksinya 6 ton. artinya apa pendapatan petani bisa meningkat 500 persen. Inilah mimpi besar kita yang sudah menjadi kenyataan," katanya.

Lebih dari itu, kata Amran, pemerintah di bawah arahan Presiden Joko Widodo mampu menyuplai pemenuhan pangan penduduk Indonesia. Kecukupan pangan ini merupakan buah kerja keras para petani di seluruh Indonesia.

Sementara itu, masih mengacu data Dinas setempat, keadaan pertanaman padi di wilayah Kalimantan Selatan saat ini mencapai 584.174 hektare yang terdiri dari produksi padi 2.421.055 ton dengan rata-rata produksi 41,44 ku/ha.

Kemudian diperkiraan untuk luas panen di Provinsi Kalimantan Selatan pada Januari dan April 2019 mendatang mencapai 108.166 hektare dengan perkiraan produksi sebesar 517.682 ton. Sedangkan perkiraan luas panen padi pada bulan Februari mencapai 24.587 ha, dengan produksi mencapai 117.673 ton.

Adapun lahan pertanian di sana sampai saat ini tetap menggunakan penerapan pola tanam Satu kali mawiwit semai dua kali panen (Sawit Dupa). Pola ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari IP100 menjadi IP180.

Sekadar diketahui, penanaman padi unggul ini 80 persen menggunakan area sawah, 20% lainnya khusus untuk pembibitan padi lokal yang akan digunakan pada bulan Februari dan Juni.

Sedangkan untuk keadaan pertanaman padi di wilayah Kabupaten Tanah Laut saat ini terhitung bagus. Terbukti, dari luas panen yang mencapai 57.303 hektare, 6.300 diantaranya rata-rata menghasilkan produksi 51,24 ton/ha.

Potensi produksi padi di Kabupaten Tanah Laut pada bulan Februari 2019 mencapai 30.907 ton atau1,27 persen. Angka itu merupakan angka pecahan dari total produksi se-Provinsi Kalimantan Selatan yaitu sebesar 2.421.055 ton.

Luas panen Padi di Kecamatan Kurau pada bulan Februari dan April 2019 mencapai sebesar 2.503 hektare dengan perkiraan produksi sebesar 13.266 ton atau rata-rata produktivitas 5,33 ton/Ha.

Adapun untuk harga Padi di tingkat petani Kabupaten Tanah Laut meliputi: gabah (GKG) Rp6.500-7.000/kg, beras medium: Rp9.000-9.300/kg. Beras khusus 14.000/kg, gabah unggul (Gkp) Rp4.000-Rp4.200/kg.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mentan Siapkan 1 Juta...
Mentan Siapkan 1 Juta Ha Lahan Tebu untuk Investor yang Ingin Produksi Gula di Papua
Riwayat Pendidikan Mentan...
Riwayat Pendidikan Mentan Amran Sulaiman Pencetus Program Petani Milenial 2024
Gaji dan Tunjangan Mentan...
Gaji dan Tunjangan Mentan Andi Amran akan Diberikan ke Yatim Piatu
Mentan Amran Targetkan...
Mentan Amran Targetkan Sumsel Masuk Tiga Besar Produsen Beras Nasional
Reshuffle Kabinet: Amran...
Reshuffle Kabinet: Amran Sulaiman Jadi Mentan Lagi
Amran Sulaiman Dua Kali...
Amran Sulaiman Dua Kali Dilantik Menjadi Mentan
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved