Bekraf Gandeng Viu untuk Ekosistem Perfilman Berorientasi Internasional

Selasa, 26 Februari 2019 - 02:13 WIB
Bekraf Gandeng Viu untuk...
Bekraf Gandeng Viu untuk Ekosistem Perfilman Berorientasi Internasional
A A A
JAKARTA - Badan Usaha Kreatif (Bekraf) menggandeng VIU, layanan video over the top (OTT) sebagai upaya pengembangan ekosistem perfilman Indonesia untuk pasar global. Kerja sama ini meliputi beberapa program seperti Viu pitching forum (VPF) yakni sebuah fasilitas yang menampung ide cerita dari para sineas Indonesia untuk kemudian diproduksi dan dipamerkan ke panggung global.

Kemudian Viu Short yakni festival film pendek tahunan Viu yang merayakan semangat keberagaman Indonesia dan difokuskan untuk mengarahkan minat dan bakat anak muda Indonesia ke arah bisnis perfilman. Serta Bekraf Aktara, sebuah forum yang dihadirkan untuk memfasilitasi pencarian pembiayaan dan investasi bagi perfilman Indonesia berskala nasional.

Kepala Bekraf Triawan Munaf berharap dengan adanya kerja sama ini industri perfilman Indonesia bisa semakin mudah masuk ke pasar internasional. "Kerja sama Bekraf dengan Viu tentu bermanfaat bagi penggiat perfilman. Ini akan berkembang terus karena kedua pihak akan berkreasi dengan program yang relevan dengan para sineas," kata Triawan di Jakarta.

Sementara itu, Country Manager VIU Indonesia Varun Mehta menilai industri perfilman Indonesia memiliki keunggulan dibanding negara lain. Menurutnya kreativitas dari para sineas Indonesia tidak kalah dengan negara maju lainnya. Selain itu Indonesia juga mempunyai pangsa pasar yang besar.

Namun disayangkan para sineas Indonesia masih banyak yang terbentur masalah pendanaan untuk produksi film yang berkualitas. "Kita mau buat lebih banyak cerita yang bisa di-connect-kan ke investor. Kita bantu agar bisa pitch karya mereka ke pasar global," kata Varun.

Lebih lanjut dia mengatakan industri perfilman Indonesia setidaknya memiliki tiga keunggulan yakni kreativitas yang tidak kalah dari negara lain, mendapat aspirasi yang tinggi dari pasar atau masyarakat serta hasil karya yang kuat. Namun problemnya yakni terdapat pada akses pendanaan dan sarana untuk menampilkan karya.

"Oleh karenanya kita mau buat lebih banyak cerita yang bisa di-connect-kan ke investor. Kita bantu agar bisa pitch karya mereka ke pasar global," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelaku Ekraf Diminta...
Pelaku Ekraf Diminta Proaktif Tingkatkan Daya Saing
Bekraf Dipisahkan atau...
Bekraf Dipisahkan atau Dihidupkan Kembali, Begini Saran Pengamat
Tegaskan Komitmen Atas...
Tegaskan Komitmen Atas Ekonomi Kreatif, Ganjar Janji Hidupkan Kembali Bekraf Jika Terpilih
Industri Kuliner Berkembang...
Industri Kuliner Berkembang Pesat di Indonesia
Perkuat Sektor Ekonomi...
Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
Pelaku Industri Kreatif...
Pelaku Industri Kreatif Dapat Insentif dari Pemerintah
Berita Terkini
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
18 menit yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
1 jam yang lalu
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
10 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
10 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
11 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
11 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved