Perusahaan Jepang di Indonesia Keluhkan Kenaikan Upah Buruh

Kamis, 28 Februari 2019 - 16:51 WIB
Perusahaan Jepang di...
Perusahaan Jepang di Indonesia Keluhkan Kenaikan Upah Buruh
A A A
JAKARTA - Survei Japan External Trade Organization (JETRO) terhadap perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia menyimpulkan, semakin mahalnya upah buruh di negara ini menjadi perhatian utama manajemen.

"Tenaga kerja yang pada 2009 dianggap murah oleh 45,8% responden, di 2018 hanya 23,8% saja yang berpendapat sama," kata President Director JETRO Keishi Suzuki, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/2/2019).

JETRO menyebutkan, respons efektif dari jajak pendapat tersebut diperoleh dari 413 perusahaan Jepang yang ada di Indonesia, dengan rasio efektif 22%. Selain masalah upah buruh, dari survei tersebut diketahui ada beberapa hal lain yang cukup mengkhawatirkan. Namun, beberapa hal lainnya menunjukkan perkembangan positif.

Keishi Suzuki memaparkan, kesimpulan penting dari survei tersebut pertama adalah rasio jumlah perusahaan Jepang yang mengalami keuntungan pada tahun 2018 adalah sebanyak 65,5%.Kedua, rasio ekspor terhadap penjualan naik menjadi 24,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Ketiga, perusahaan yang menjawab bahwa kenaikan biaya produksi dan jasa berdampak negatif sangat besar terhadap kegiatan usaha mencapai 47%.
Keempat, masalah manajemen yang utama adalah rasio kenaikan upah buruh yang merupakan tertinggi di antara lima negara utama ASEAN.

Kelima, permasalahan hambatan bisnis dalam bidang nontarif. Keenam, meskipun minat terhadap pengadaan bahan baku dan komponen di dalam negeri tinggi, tidak terlihat adanya perbaikan pada rasio pengadaan bahan baku dan komponen di dalam negeri.Ketujuh, perusahaan Jepang yang berencana memperluas bisnisnya dalam 1-2 tahun ke depan, jumlahnya menurun sampai setengahnya. Kedelapan, gencarnya pembangunan infrastruktur membuat iklim investasi Indonesia semakin membaik.Pada 2013, kata dia, ada 73,2% responden menyebut infrastruktur yang tidak memadai sebagai risiko investasi. Tapi di tahun 2018, jumlahnya turun menjadi 52,5%. "Hal ini dapat dilihat sebagai keberhasilan dari langkah kebijakan pemerintah," sebut Keishi.
Dia menambahkan, survei itu juga menyebutkan bahwa 80% responden menyatakan keuntungan dalam berinvestasi di Indonesia adalah skala pasar atau potensi pertumbuhan yang besar. Namun, sambung dia, masalah ketidakpastian kebijakan pemerintah daerah menurutnya akan menjadi persoalan di masa mendatang. Dia mengatakan, sejak 2009-2018, responden mengatakan tidak ada perubahan yang signifikan terkait hambatan tersebut.

"Perusahaan Jepang yang berencana ekspansi dalam 1-2 tahun ke depan jumlahnya menurun sampai setengahnya. Penyebabnya adalah kenaikan upah buruh dan kenaikan biaya pengadaan. Semoga ke depan pemerintah dapat memperbaiki isu tersebut," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berpartisipasi di Manufacturing...
Berpartisipasi di Manufacturing Indonesia 2025, JETRO Hadirkan Japan Pavilion
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
Pengusaha Bersama Pemerintah...
Pengusaha Bersama Pemerintah Siap Hadapi Uni Eropa dan WTO
Taiwan External Trade...
Taiwan External Trade Development Council Gelar Webinar bertajuk Taiwan Smart Manufacturing Indonesia 2021
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Berita Terkini
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
13 menit yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
43 menit yang lalu
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
1 jam yang lalu
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
2 jam yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
2 jam yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved