Mau Hemat Listrik Rp1,4 Juta/Bulan? Tiru Rumdin Menteri ESDM
Jum'at, 01 Maret 2019 - 06:01 WIB
Mau Hemat Listrik Rp1,4 Juta/Bulan? Tiru Rumdin Menteri ESDM
A
A
A
JAKARTA - Biaya listrik boleh jadi merupakan salah satu pengeluaran terbesar rumah tangga. Semakin banyak peralatan listrik yang digunakan, pastinya semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan.
Sebenarnya, ada cara untuk menekan biaya listrik tanpa harus mengurangi peralatan listrik di rumah tangga. Caranya adalah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop yang kini mulai banyak digunakan.
Contohnya adalah PLTS Rooftop di rumah dinas (rumdin) Menteri ESDM Ignasius Jonan. Sejak dipasang pada Juli 2018 lalu, perangkat itu telah menghemat pemakaian listrik hingga Rp1,4 juta per bulan.
Kepala Biro Umum Kementerian ESDM Endang Sutisna mengatakan, PLTS Rooftop yang dipasang rumdin menteri di Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan tersebut berkapasitas 10 kWp (kilo Watt peak), dengan rata- rata produksi tenaga listrik per bulan pada tahun 2018 untuk masing-masing rumah sebesar 5.200 kWh.
"Jika dibandingkan dengan konsumsi listrik pada rumah dinas Menteri ESDM, kontribusi PLTS berada pada nilai 20% dari total konsumsi listrik per bulan. Untuk penghematannya berkisar dari Rp1 juta hingga Rp1,4 juta per bulannya," ungkap Endang dalam keterangan resmi di laman Kementerian ESDM, Kamis (28/2/2019).
Endang menyampaikan, sejak tahun 2017, lingkungan kantor dan rumah dinas Kementerian ESDM telah menggunakan PLTS Rooftop untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan. Kementerian ESDM tidak hanya bertindak sebagai regulator, tegas dia, tetapi juga sebagai pelopor pemanfaatan tenaga surya.
PLTS rooftop juga terpasang pada gedung Sekjen Kementerian ESDM dengan kapasitas 150 kilowatt peak (kWp). Pemanfaatan energi surya itu sudah berjalan selama 26 bulan, tepatnya sejak Januari 2017. PLTS tersebut, kata dia, berkontribusi 25% dari total konsumsi listrik per bulan dengan angka penghematan setiap bulan mencapai Rp11,5 juta.
"Seiring dengan penghematan energi listrik pada gedung kantor dan rumah dinas ESDM dengan menggunakan PLTS Rooftop, semenjak akhir tahun 2018 Kementerian ESDM kembali melanjutkan pemasangan PLTS rooftop tersebut pada rumah dinas Eselon 1 lainnya sebanyak 4 unit, dengan kapasitas 5 kWp sampai dengan 10 kWp," tambahnya.
Tertarik untuk ikut memasang PLTS Rooftop di rumah Anda? Sayangnya, Endang "lupa" menerangkan berapa modal yang dibutuhkan jika masyarakat ingin memasang PLTS Rooftop berkapasitas sama seperti rumdin menteri ESDM di rumahnya.
Sebenarnya, ada cara untuk menekan biaya listrik tanpa harus mengurangi peralatan listrik di rumah tangga. Caranya adalah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop yang kini mulai banyak digunakan.
Contohnya adalah PLTS Rooftop di rumah dinas (rumdin) Menteri ESDM Ignasius Jonan. Sejak dipasang pada Juli 2018 lalu, perangkat itu telah menghemat pemakaian listrik hingga Rp1,4 juta per bulan.
Kepala Biro Umum Kementerian ESDM Endang Sutisna mengatakan, PLTS Rooftop yang dipasang rumdin menteri di Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan tersebut berkapasitas 10 kWp (kilo Watt peak), dengan rata- rata produksi tenaga listrik per bulan pada tahun 2018 untuk masing-masing rumah sebesar 5.200 kWh.
"Jika dibandingkan dengan konsumsi listrik pada rumah dinas Menteri ESDM, kontribusi PLTS berada pada nilai 20% dari total konsumsi listrik per bulan. Untuk penghematannya berkisar dari Rp1 juta hingga Rp1,4 juta per bulannya," ungkap Endang dalam keterangan resmi di laman Kementerian ESDM, Kamis (28/2/2019).
Endang menyampaikan, sejak tahun 2017, lingkungan kantor dan rumah dinas Kementerian ESDM telah menggunakan PLTS Rooftop untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan. Kementerian ESDM tidak hanya bertindak sebagai regulator, tegas dia, tetapi juga sebagai pelopor pemanfaatan tenaga surya.
PLTS rooftop juga terpasang pada gedung Sekjen Kementerian ESDM dengan kapasitas 150 kilowatt peak (kWp). Pemanfaatan energi surya itu sudah berjalan selama 26 bulan, tepatnya sejak Januari 2017. PLTS tersebut, kata dia, berkontribusi 25% dari total konsumsi listrik per bulan dengan angka penghematan setiap bulan mencapai Rp11,5 juta.
"Seiring dengan penghematan energi listrik pada gedung kantor dan rumah dinas ESDM dengan menggunakan PLTS Rooftop, semenjak akhir tahun 2018 Kementerian ESDM kembali melanjutkan pemasangan PLTS rooftop tersebut pada rumah dinas Eselon 1 lainnya sebanyak 4 unit, dengan kapasitas 5 kWp sampai dengan 10 kWp," tambahnya.
Tertarik untuk ikut memasang PLTS Rooftop di rumah Anda? Sayangnya, Endang "lupa" menerangkan berapa modal yang dibutuhkan jika masyarakat ingin memasang PLTS Rooftop berkapasitas sama seperti rumdin menteri ESDM di rumahnya.
(fjo)
Lihat Juga :