Gubernur BI: Peredaran Uang Palsu Jangan Dikaitkan Pemilu

Jum'at, 01 Maret 2019 - 19:54 WIB
Gubernur BI: Peredaran...
Gubernur BI: Peredaran Uang Palsu Jangan Dikaitkan Pemilu
A A A
JAKARTA - Peredaran uang palsu (upal) belakangan semakin marak dan meresahkan masyarakat. Meningkatnya peredaran uang rupiah yang tidak sah tersebut, disinyalir karena semakin dekatnya pesta demokrasi alias pemilihan umum (Pemilu), baik pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

Namun dugaan tersebut ditampik Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Ia menegaskan peredaran uang palsu jangan dikaitkan dengan Pemilu. Karena peredaran uang palsu sudah terjadi jauh sebelum pesta demokrasi pada 17 April mendatang.

"Dan kami sudah melakukan langkah-langkah untuk memastikan bahwa peredaran uang palsu ini bisa dideteksi dan ditangani. Sebelum mendekati Pemilu, itu (uang palsu) sudah beredar, jadi enggak usah dikait-kaitkan dengan Pemilu," tegas Perry di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Adapun langkah untuk mendeteksi dan menangani upal ini, Bank Indonesia sudah berkoordinasi dengan pemerintah, yaitu bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanganan Uang Palsu dalam menindak tegas oknum yang tidak bertanggung jawab.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Simak, Ini Cara Membedakan...
Simak, Ini Cara Membedakan Uang Rupiah Asli atau Palsu
Simak! Cara Membedakan...
Simak! Cara Membedakan Uang Rupiah Asli dan Palsu
Waspada Uang Palsu saat...
Waspada Uang Palsu saat Lebaran, BI Gandeng 14 Bank Salurkan Pecahan Uang Baru
Waspada, Peredaran Uang...
Waspada, Peredaran Uang Palsu Marak Jelang Lebaran
BI Bagi-bagi Tips agar...
BI Bagi-bagi Tips agar Masyarakat Terhindar dari Penipuan Uang Palsu
Stok Uang Kemerdekaan...
Stok Uang Kemerdekaan Masih Rp500 Miliar, 1 KTP Boleh Tukar 100 Lembar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved