Wall Street Tenggelam Terseret Kejatuhan Saham Kesehatan dan Energi

Kamis, 07 Maret 2019 - 08:18 WIB
Wall Street Tenggelam...
Wall Street Tenggelam Terseret Kejatuhan Saham Kesehatan dan Energi
A A A
NEW YORK - Wall Street berakhir turun pada sesi perdagangan hari ketiga pekan ini, dengan indeks S&P 500 mencatat kejatuhan terbesar dalam satu hari pada satu bulan terakhir. Kemerosotan bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan, Rabu waktu setempat akibat terseret pelemahan saham sektor kesehatan dan energi.

Seperti dilansir Reuters, investor mencari alasan untuk melakukan aksi beli setelah pasar reli sejak awal tahun. Dengan berakhirnya musim laporan pendapatan perusahaan, investor memantau katalis berikutnya untuk menggerakkan pasar, termasuk perjanjian perdagangan potensial antara Amerika Serikat dan China.

Ditambah data perkonomian, termasuk laporan ketenagakerjaan pada hari Jumat, mendatang. Optimisme atas kesepakatan perdagangan dan Federal Reserve alias The Fed yang diyakini bakal kurang agresif dalam menaikkan suku bunga telah membantu memicu kenaikan 10,6%untuk S&P 500 tahun ini.

Dow Jones Industrial Average tercatat mengalami penurunan hingga 133,17 poin atau 0,52% menjadi 25.673,46 untuk mengiringi penyusutan S&P 500 usai kehilangan 18,2 poin yang setara 0,65% di posisi 2.771,45. Sedangkan komposit Nasdaq lebih rendah 70,44 poin atau 0,93% ke level 7.505,92.

Investor mengatakan mendekati level 2.800 pada indeks S&P 500 telah memberikan resistensi teknis terhadap indeks acuan bergerak lebih tinggi, meskipun indeks telah melanggar rata-rata pergerakan 200 hari. Sektor kesehatan S&P 500 kehilangan 1,5% dengan Pfizer Inc turun 2,4% dan Amgen anjlok hingga 3,0%.

Selanjutnya sektor energi merosot hingga 1,3% karena harga minyak mentah AS turun dan saham Exxon Mobil lebih rendah 1,1% setelah perusahaan raksasa minyak mengatakan berencana untuk meningkatkan pengeluaran selama beberapa tahun untuk memulihkan produksi minyak dan gas yang lesu.

Dalam berita perusahaan lainnya, saham General Electric turun 7,9% untuk memperpanjang kerugian dari sehari sebelumnya ketika kepala eksekutif konglomerat itu memperingatkan arus kas industri negatif tahun ini.

Dalam laporan "Beige Book" regulernya, The Fed mengatakan melambatnya pertumbuhan global dan penutupan sebagian pemerintah federal selama 35 hari membebani ekonomi AS pada minggu-minggu pertama 2019, tetapi terus tumbuh di tengah pasar tenaga kerja yang masih ketat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
43 menit yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
1 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
2 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
2 jam yang lalu
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
3 jam yang lalu
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved