China: Kami dan AS Bekerja Siang Malam untuk Capai Kesepakatan

Sabtu, 09 Maret 2019 - 22:01 WIB
China: Kami dan AS Bekerja...
China: Kami dan AS Bekerja Siang Malam untuk Capai Kesepakatan
A A A
BEIJING - China menyatakan, pemerintahnya dan Amerika Serikat (AS) bekerja siang dan malam untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang sesuai dengan kepentingan kedua belah pihak dan harapan dunia.

Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen mengatakan, ia optimis tentang negosiasi dengan Washington. Tetapi, Wang menambahkan bahwa mekanisme perdagangan apa pun yang dicapai harus sama dan adil.

Pemerintah dua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut terlibat perang dagang selama berbulan-bulan ketika Washington menekan Beijing untuk memperbaiki praktik perdagangan, serta kebijakan negara itu seputar transfer teknologi, akses pasar dan hak kekayaan intelektual.

Kemajuan dalam pembicaraan mendorong Gedung Putih untuk menunda kenaikan tarif tanpa batas atas impor China senilai USD200 miliar yang akan dimulai pada 2 Maret. Wang, berbicara di sebuah konferensi pers di sela-sela pertemuan tahunan parlemen China yang sedang berlangsung, mengatakan bahwa saling serang melalui pengenaan tarif buruk bagi pekerja, petani, eksportir dan produsen.

"Itu menyakiti kepercayaan investor dan menunda keputusan investasi perusahaan," kata Wang, seperti dikutip Reuters, Sabtu (9/3/2019).

"Sekarang, tim ekonomi dan perdagangan kedua belah pihak melakukan upaya penuh untuk berkomunikasi dan bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan sesuai dengan prinsip dan arah yang diputuskan oleh kedua kepala negara," tambahnya.

Upaya-upaya itu menurutnya untuk menghapuskan semua tarif yang dikenakan pada satu sama lain, sehingga hubungan perdagangan bilateral antara China dan Amerika Serikat dapat kembali normal. "Tim kerja kedua negara berkomunikasi siang dan malam," tegas Wang.

Memberikan rincian langka ke dalam perundingan, Wang mengatakan kedua negara telah melakukan upaya ekstra untuk menemukan kesamaan. Selama pembicaraan, kata dia, Wakil Perdana Menteri Liu He dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer menikmati makan bersama.

"Wakil Perdana Menteri Liu memilih hamburger dan Lighthizer memilih terong dan ayam," paparnya, menggambarkan hidangan China yang umum. "Sepanjang negosiasi, ada kopi dan teh, tetapi mereka berdua tidak minum kopi, tidak minum teh. Mereka berdua minum air matang. Ini untuk menemukan kesamaan," ujarnya.

Namun, belum jelas kapan atau di mana negosiator senior dari kedua belah pihak akan bertemu berikutnya. Pemerintah AS juga menuntut agar China mengekang subsidi yang besar dan membuka pasar domestiknya untuk perusahaan AS.

Pejabat administrasi AS belum membuat rencana baru untuk mengirim tim ke China untuk pembicaraan perdagangan tatap muka meskipun ada banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan untuk mencapai kesepakatan, kata penasihat perdagangan Gedung Putih Clete Willems, Jumat (8/3) lalu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bulan lalu bahwa dia mungkin menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang dengan Presiden China Xi Jinping jika kedua negara dapat menjembatani perbedaan yang tersisa, dan melakukannya di propertinya di Mar-a-Lago di Florida.

Diketahui, Xi pergi ke Prancis dan Italia pada pertengahan bulan ini, memicu spekulasi bahwa ia mungkin akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat baik sebelum atau setelah kunjungannya ke Eropa.

Namun, salah satu sumber yang berbasis di Beijing yang akrab dengan pembicaraan perdagangan mengatakan tidak ada pembicaraan formal antara kedua negara tentang Xi yang akan ke Florida, dan mengecilkan kemungkinan itu terjadi bulan ini.

Tu Xinquan, seorang pakar perdagangan di Universitas Bisnis dan Ekonomi Internasional Beijing yang menjadi penasihat pemerintah, skeptis Xi akan menandatangani kesepakatan di Mar-a-Lago. "Tidak baik bagi Xi untuk pergi ke Amerika untuk menandatangani perjanjian semacam itu. Mungkin negara ketiga akan lebih baik," kata Tu.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Kecam Kesepakatan...
China Kecam Kesepakatan Dagang AS–Taiwan Senilai Rp4.227 Triliun
China: AS Harus Lebih...
China: AS Harus Lebih Rasional Dalam Merespon Perkembangan Kami
Lagi Akur, AS-China...
Lagi Akur, AS-China Kembali Komitmen Jalankan Kesepakatan Dagang Fase 1
Indonesia Diminta Tak...
Indonesia Diminta Tak Terjebak dalam Isu Perang Dagang AS-China
Motor Bikinan China...
Motor Bikinan China Mulai Jadi Sasaran Tembak AS Berikutnya
Survei Persepsi Global...
Survei Persepsi Global Ungkap AS Kalah dari China
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
2 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved