Seri 737 MAX Jadi Sorotan, Ini Dampaknya ke Boeing

Rabu, 13 Maret 2019 - 13:24 WIB
Seri 737 MAX Jadi Sorotan,...
Seri 737 MAX Jadi Sorotan, Ini Dampaknya ke Boeing
A A A
NEW YORK - Menyusul jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines Minggu (10/3) lalu, regulator penerbangan di sejumlah negara ramai-ramai melarang maskapai menerbangkan jenis pesawat tersebut untuk sementara.

Kendati masih terlalu dini untuk mengetahui berapa lama pelarangan itu akan berlangsung serta apa dampak akhirnya, berita itu jelas negatif bagi produsen pesawat yang bermarkas di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) tersebut.

Mengutip CNN.com, 737 MAX adalah pesawat Boeing yang paling penting dan China - yang merupakan salah satu negara yang ikut mengandangkankan jenis poesawat tersebut - adalah pasar Boeing yang paling penting. Keputusan China untuk menangguhkan operasi semua jet Boeing 737 MAX 8 oleh maskapai di negara itu sangat signifikan.

"Penangguhan di China sangat signifikan, karena ini merupakan pasar utama bagi Boeing," kata Greg Waldron, redaktur pelaksana Asia di perusahaan riset penerbangan FlightGlobal.

(Baca Juga: Keamanan Tak Terjamin, Boeing Didesak Recall Semua 737 MAX 8)

Boeing memproyeksikan China akan menjadi pasar triliun dolar pertama di dunia untuk pesawat jet komersial. Pada 2037, Boeing memperkirakan China membutuhkan 7.690 jet komersial guna memenuhi kebutuhan moda transportasi udaranya. Namun, selain Boeing, Airbus (EADSF) dan Commercial Aircraft Corporation of China (Comac) juga mengincar pasar menggiurkan tersebut.

Pesawat pertama Comac, yang dirancang untuk bersaing dengan Boeing 737 MAX dan Airbus A320, melakukan uji terbang pertama pada tahun 2017. Meski pesawat ini belum siap untuk layanan komersial, dalam artian belum menjadi pesaing yang nyata, Boeing harus berhati-hati.

Boeing telah membuat terobosan signifikan di China dengan seri 737 MAX. Selusin maskapai penerbangan China telah memesan 180 pesawat, di mana 76 di antaranya telah dikirim. Sekitar 85% dari pesanan maskapai China yang belum terpenuhi diproyeksikan untuk pesawat 737 MAX.

Seri 737 telah menjadi produk terlaris Boeing selama beberapa dekade. Masa depan perusahaan pun disebut bergantung pada kesuksesan 737 MAX, versi terbaru jet komersial keluaran Boeing. Perusahaan memiliki 4.700 pesanan yang belum terpenuhi untuk 737, atau 80% dari backlog pesanan Boeing. Hampir semua pesanan tersebut adalah untuk versi MAX.

Krisis terkait persoalan produk pernah dialami Boeing sebelumnya, yakni ketika baterai lithium pada Boeing 787 Dreamliners bermasalah dan menyebabkan maskapai-maskapai di seluruh dunia mengandangkan semua pesawat jenis itu pada awal 2013.

Kala itu, Boeing setuju untuk mengganti biaya penarikan pesawat-pesawat itu dari layanan para pelanggannya. Boeing juga terus memproduksi pesawat 787, bahkan ketika pesawat tetap di-grounded selama beberapa bulan. Boeing menyatakan dampak yang timbul dari persoalan tersebut minimal dan tidak melaporkan adanya penjualan yang hilang karena persoalan itu.

Namun, tak bisa dimungkiri bahwa para investor saat ini gelisah tentang masalah yang menimpa 737 MAX dan tentang prospek Boeing di pasar China ke depannya. Kecemasan itu setidaknya terlihat dari merosotnya saham Boeing (BA) dalam dua hari terakhir.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Spesifikasi Boeing...
Ini Spesifikasi Boeing 787-9 Dreamliner yang Mengalami Turbulensi Parah
Menyesatkan Investor...
Menyesatkan Investor Soal Kecelakaan 737 MAX, Boeing Bayar Denda Rp2,99 Triliun
NTSB Pastikan Pintu...
NTSB Pastikan Pintu Boeing 737 Max 9 yang Terlepas saat Terbang Buatan Malaysia
Pesawat China Eastern...
Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Boeing Jadi Sorotan
Alasan Boeing Bikin...
Alasan Boeing Bikin Pesawat Baru di Metaverse
2.600 Pesawat Boeing...
2.600 Pesawat Boeing 737 Mengalami Masalah Baru, FAA Beri Perintah Tegas
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved