Data BI, Dana Pihak Ketiga Sepanjang 2018 di Jatim Capai Rp542 Triliun

Kamis, 14 Maret 2019 - 22:05 WIB
Data BI, Dana Pihak...
Data BI, Dana Pihak Ketiga Sepanjang 2018 di Jatim Capai Rp542 Triliun
A A A
SURABAYA - Sepanjang tahun 2018, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Jawa Timur (Jatim) tercatat mencapai Rp542 triliun, atau mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp499 triliun. DPK perbankan di Jatim berkontribusi 9,6% terhadap DPK secara nasional.

Data Kajian Ekonomi Regional Bank Indonesia (BI) menyebutkan, pertumbuhan DPK didorong oleh komponen giro dan deposito. Pada komponen giro, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kelompok bank pemerintah. Ini, terkait dengan penempatan dana pemerintah daerah untuk pembayaran realisasi belanja. Sementara untuk komponen deposito, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kelompok bank asing dan campuran, serta bank persero.

“Berdasarkan valuta. DPK Rupiah mengalami pertumbuhan Iebih tinggi dibandingkan DPK Valas. Ini dampak penguatan nilai tukar rupiah, sehingga masyarakat lebih memilih menyimpan dananya dalam bentuk Rupiah,” kata Kepala Kantor Bank Indonesia (KPBI) Jatim, Difi Ahmad Johansyah, Kamis (14/3/2019).

Berdasarkan jangka waktu, DPK dengan jangka waktu kurang lebih 6 bulan mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi yakni mencapai 20,46 persen. Hal ini mencerminkan kebutuhan masyarakat untuk berjaga-jaga terhadap kebutuhan jangka pendek. “Berdasarkan kegiatan bank, penghimpunan DPK di Jatim masih didominasi oleh bank umum konvensional, yang: mencapai 94 persen dari total DPK,” tandas Difi.

Sementara berdasarkan pertumbuhannya, DPK Bank Umum syariah mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan DPK Bank Umum. Lebih tingginya pertumbuhan DPK perbankan syariah dibandingkan konvensional, sejalan dengan tingkat bagi hasil yang lebih tinggi dibandingkan suku bunga DPK perbankan konvensional. “Bagi hasil DPK syariah pada triwulan IV 2018 sebesar 3,75 persen, lebih tinggi dibanding suku bunga DPK konvensional sebesar 3,41 persen,” jelasnya.

Sehingga lanjut dia, lebih menarik minat para deposan untuk menempatkan dananya pada perbankan syariah. “Meskipun dalam kurun waktu delapan tahun terakhir terdapat tren penurunan pertumbuhan DPK perbankan di Jatim, namun kondisi tersebut masih dalam batas pertumbuhan yang sesuai dengan perkembangan perekonomian Jatim,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fit and Proper Test...
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, DPR Angkat Isu Pengawasan Perbankan
Transfer Uang Cuma Kena...
Transfer Uang Cuma Kena Biaya Rp2.500, Total Ada 77 Bank Terapkan BI-Fast
Makin Banyak, 21 Bank...
Makin Banyak, 21 Bank Gabung BI-FAST di Gelombang Kedua
BI Sudah Totalitas,...
BI Sudah Totalitas, Tapi Bunga Kredit Bank Merayap Pelan
Buat Bank yang Mau Kolaps,...
Buat Bank yang Mau Kolaps, Bisa Minta Dana Darurat ke BI
106 Bank Gabung BI-Fast,...
106 Bank Gabung BI-Fast, Biaya Transfer Cuma Rp2.500
Berita Terkini
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
5 menit yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
10 menit yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
48 menit yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
1 jam yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
1 jam yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
1 jam yang lalu
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved