Impor Menyusut, Darmin Fokus Benahi Sektor Manufaktur

Jum'at, 15 Maret 2019 - 17:39 WIB
Impor Menyusut, Darmin...
Impor Menyusut, Darmin Fokus Benahi Sektor Manufaktur
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan, bakal terus memantau kinerja impor meskipun pada bulan Februari 2019 mulai menyusut. Hal ini melihat adanya pelemahan impor yang banyak berasal dari impor mesin, sehingga Ia menegaskan perlu segera membenahi sektor manufakturnya

"Sebetulnya kalau demand, karena pembangunan infrastruktur sepertinya masih ada sehingga impor masih berjalan. Tapi kalau saya lihat penurunan impor agak banyak itu pada mesin-mesin. Artinya, Ya kita perlua segera membenahi manufaktur," ujar Menko Darmin di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Februari turun tajam 18,61% menjadi USD12,2 miliar dibanding bulan sebelumnya USD14,99 miliar. Sementara itu, nilai ekspor tercatat sebesar USD12,53 miliar atau turun 10,05% dari bulan sebelumnya, yakni USD13,93 miliar.

Karenanya, pada bulan ini neraca perdagangan mengalami surplus USD330 juta. Kinerja ini lebih baik dibandingkan Januari yang mencatat defisit USD1,16 miliar. Sambung dia menerangkan, sektor pertambangan menurutnya juga tidak terlalu bagus sehingga terus perlu menurunkan laju impornya.

Namun demikian, Ia menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki waktu untuk menjawab persoalan pertumbuhan ekonomi. "Pertanian itu kecil saja, tap dia pangsanya sedikit baik kalau kalian lihat. Jadi karena memanmg misalnya CPO itu tidak terlalu memburuk, walaupun belum pulih ya. Jadi saya lebih melihat, bukan hanya perhatian ke ekspor saja," jelasnya.

Berdasarkan data BPS, seluruh golongan impor tercatat mengalami penurunan. Golongan barang konsumsi menurun 17,43% dibanding bulan sebelumnya utamanya jeruk mandarin dan buah pir. Kemudian, bahan baku dan bahan penolong juga menurun 15,04% khususnya minyak mentah untuk produksi manufaktur dan impor barang modal juga turun 7,09%.

Penurunan impor nonmigas terbesar Januari 2019 dibanding Desember 2018 adalah golongan mesin/pesawat mekanik USD212,2 juta (8,54%), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan bahan kimia organik sebesar USD119,5 juta (25,44%).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangun Wisata Medis,...
Bangun Wisata Medis, Menko Luhut Kaji Impor Dokter Asing ke Indonesia
Harapan dari Patimban
Harapan dari Patimban
Wanti-wanti Dampak Perlambatan...
Wanti-wanti Dampak Perlambatan Global Terhadap Laju Ekspor RI
Jalur Ekspor Impor Dipangkas,...
Jalur Ekspor Impor Dipangkas, Biaya Makin Efisien
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Mendag Wajibkan Pelaku...
Mendag Wajibkan Pelaku Ekspor Impor Gunakan Kapal Nasional
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
2 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
3 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
3 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
4 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved