BI Sebut Pembayaran Nontunai Meningkat 15,3%

Kamis, 21 Maret 2019 - 22:32 WIB
BI Sebut Pembayaran...
BI Sebut Pembayaran Nontunai Meningkat 15,3%
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat sistem pembayaran tetap terpelihara baik tunai maupun nontunai secara keseluruhan. Untuk sistem pembayaran nontunai terjadi peningkatan secara konsisten.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebutkan pembayaran tunai tetap tumbuh positif meski nontunai terus meningkat. Terlihat dari Uang Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 7,4% secara year on year (yoy) pada Februari 2019. Begitu pula dengan pembayaran nontunai yang secara konsisten terus meningkat.

Perry mengungkapkan, peningkatan terjadi pada penggunaan Uang Elektronik (UE). Secara keseluruhan, untuk pembayaran nontunai baik itu penggunaan ATM-Debit, Kartu Kredit dan UE tumbuh 15,3% (yoy) pada Januari 2019. "UE yang mengalami pertumbuhan mencapai 66,6% (yoy)," terangnya di Gedung Bank Indonesia, Kamis (21/3/2019).

Adapun untuk penggunaan ATM-Debit masih mendominasi transaksi sistem pembayaran ritel dengan pangsa 94,8% dan pertumbuhan 15,4% (yoy).

Sementara itu, penggunaan UE semakin populer, terutama sebagai instrumen pembayaran untuk moda transportasi dan e-commerce. "Kedepan, Bank Indonesia akan terus memperkuat peran sistem pembayaran dalam mendukung kegiatan ekonomi," pungkasnya.

Perry menerangkan, sistem keuangan tetap terjaga berkat fungsi intermediasi yang membaik dan risiko kredit yang terkendali. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Januari 2019 tetap tinggi, yakni 23,1% dan disertai rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah, yakni 2,6% (gross) atau 1,2% (net).

Dari fungsi intermediasi, pertumbuhan kredit pada Januari 2019 tercatat 12,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit Desember 2018 sebesar 11,8% (yoy). Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Januari 2019 sebesar 6,4%, tidak berbeda jauh dibandingkan pertumbuhan Desember 2018 sebesar 6,5%.

Sementara itu, kinerja korporasi go public membaik tercermin dari peningkatan keuntungan dan kemampuan membayar kewajiban. Kedepan, Bank Indonesia memandang ruang ekspansi pertumbuhan kredit tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan tetap terbuka.

Hal ini mempertimbangkan siklus kredit yang berada di bawah level optimum di tengah prospek permintaan yang tinggi. Bank Indonesia memprakirakan kredit perbankan tetap tumbuh tinggi mendekati batas atas kisaran 10-12% (yoy) dan didukung pertumbuhan DPK yang diprakirakan dalam kisaran 8-10% (yoy).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uang Kartal Belum Hilang...
Uang Kartal Belum Hilang Ditelan Transaksi Non-Tunai
Gerakan Nasional Non...
Gerakan Nasional Non Tunai
Masih Diuji, Sistem...
Masih Diuji, Sistem Pembayaran Tol Nirsentuh Belum Dapat Restu BI
Tumbuh 11,6 Persen,...
Tumbuh 11,6 Persen, Transaksi Digital Banking Tembus Rp13.827 Triliun
Bank DKI Buka Sistem...
Bank DKI Buka Sistem Layanan Transaksi Nontunai Pembayaran Ambulans Gawat Darurat
Sinergi Meningkatkan...
Sinergi Meningkatkan Keamanan Pembayaran dan Pertumbuhan Digital
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved