Direkturnya Jadi Tersangka, KS Lakukan Transformasi Bisnis

Minggu, 24 Maret 2019 - 07:47 WIB
Direkturnya Jadi Tersangka,...
Direkturnya Jadi Tersangka, KS Lakukan Transformasi Bisnis
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro sebagai tersangka kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa PT Krakatau Steel (KS) Persero tahun 2019.

Terkait dengan itu, manajemen Krakatau Steel menegaskan akan melakukan transformasi bisnis. Hal ini untuk menjamin bahwa penegakan hukum yang sedang berlangsung tersebut tidak akan menganggu program kerja perusahaan, pengembangan dan pencapaian target tahun 2019.

"Kami berharap hal ini menjadi titik tolak yang positif untuk mendukung KS bersih dalam proses transformasi bisnis yang sedang kami jalankan," ujar Direktur Utama (Dirut) KS Silmy Karim di Jakarta, Minggu (24/3/2019).

Dia menambahkan, manajemen PT Krakatau Steel merasakan prihatin yang amat mendalam atas kasus ini, karena saat ini Krakatau Steel tengah gencar melakukan pembenahan internal dan perbaikan kinerja perseroan dengan mengedepankan profesionalisme. "Good corporate governance di segala bidang serta praktik manajemen yang bebas dari segala konflik kepentingan," tegasnya.

Silmy menambahkan, dengan adanya kasus dugaan suap ini, manajemen menyatakan menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku dan mendukung upaya- upaya pemberantasan korupsi serta bersikap kooperatif kepada KPK.

"Manajemen Krakatau Steel akan membantu sepenuhnya proses hukum yang dilakukan oleh KPK dan berharap proses ini segera selesai sehingga perseroan segera dapat memenuhi target- baik produksi baja untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional," jelasnya.

Dia juga menjamin tidak akan ada lagi kasus korupsi di KS. Dia menegaskan, tidak ada satupun kebijakan perusahaan yang mendukung adanya praktik-praktik yang tidak sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik."BUMN harus dijaga dari intervensi dan upaya pelemahan, termasuk pelemahan karena praktik korupsi," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Semua Pihak Diharapkan...
Semua Pihak Diharapkan Dukung Transformasi Krakatau Steel
Krakatau Steel Lanjutkan...
Krakatau Steel Lanjutkan Restrukturisasi Utang Rp21,84 Triliun, Target Rampung 2024
Krakatau Sarana Infrastruktur...
Krakatau Sarana Infrastruktur Berinovasi Hadirkan Digital Control Tower
Sinergi Logistik Antara...
Sinergi Logistik Antara Induk BUMN dengan Anak Perusahaan
Jokowi: PT Krakatau...
Jokowi: PT Krakatau Steel Sudah Semakin Sehat
KSI Diresmikan Menteri...
KSI Diresmikan Menteri BUMN, Selanjutnya Pasang Target Bisnis 5 Tahun ke Depan
Berita Terkini
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
27 menit yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
36 menit yang lalu
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
1 jam yang lalu
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
1 jam yang lalu
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
11 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
13 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved