Donald Trump Menang, Bursa Dow Jones Gemilang

Selasa, 26 Maret 2019 - 06:38 WIB
Donald Trump Menang,...
Donald Trump Menang, Bursa Dow Jones Gemilang
A A A
NEW YORK - Upaya kelompok oposisi untuk mendongkel kursi kepresidenan Donald Trump, kembali gagal total. Tudingan Partai Demokrat AS bahwa Trump berkolusi dengan Rusia dalam upaya mempengaruhi pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2016 tidak terbukti.

Melansir dari CNBC, Selasa (26/3/2019), penyelidik khusus Robert Mueller tidak menemukan bukti bahwa kampanye Trump 2016 berkolusi dengan Rusia. Jaksa Agung William Barr dalam sepucuk surat kepada anggota parlemen, menyatakan: "Investigasi Penasihat Khusus tidak menemukan bukti kampanye Trump atau siapa pun yang terkait dengannya berkonspirasi atau berkoordinasi dengan Rusia dalam upayanya untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS di 2016".

Pernyataan dari Jaksa Agung Barr dicerna oleh investor di pasar saham AS alias Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average pada perdagangan Senin waktu setempat ditutup menguat 14,51 poin ke level 25.516,83.

Sementara itu, indeks S&P 500 berakhir turun 0,1% menjadi 2.798,36, disebabkan rendahnya sektor saham keuangan dan teknologi. Indeks jatuh di bawah level 2.800 untuk pertama kalinya sejak 12 Maret. Nasdaq melemah 0,1% menjadi 7.637,54.

Meski demikian, indeks S&P 500 telah naik lebih 30% sejak Trump terpilih pada 2016. Salah satu katalis utama pendorongnya ialah pemotongan pajak perusahaan secara besar-besaran yang diteken oleh Trump di akhir 2017.

Dan pelemahan dua bursa utama AS di atas, disebabkan kekhawatiran atas prospek ekonomi global. Diantaranya data ekonomi yang mencewakan dari Eropa yang dirilis Jumat akhir pekan lalu. Ditambah koreksi prospek ekonomi yang dilakukan oleh Federal Reserve.

Adapun imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun ke level terendah sejak Desember 2017. Investor menilai sebagai sinyal resesi kemungkinan akan terjadi.

"Ekonomi Eropa dan China terus memburuk yang menyebabkan kegelisahan di luar negeri yang dapat mempengaruhi pasar Amerika Serikat," ujar Bruce Bittles, kepala strategi investasi di Baird.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang Imbas Tarif Trump, Ini Prediksi Bursa Saham RI Pekan Depan
3 Alasan Trump Gugat...
3 Alasan Trump Gugat Wall Street Journal dan Rupert Murdoch senilai Rp163 Triliun
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
24 menit yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
27 menit yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
28 menit yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
40 menit yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
1 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
1 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved