Majukan Industri Farmasi, Kimia Farma Akuisisi Phapros Senilai Rp1,36 Triliun

Rabu, 27 Maret 2019 - 13:46 WIB
Majukan Industri Farmasi,...
Majukan Industri Farmasi, Kimia Farma Akuisisi Phapros Senilai Rp1,36 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk mengumumkan mengakuisisi PT Phapros Tbk anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Akusisi ini disahkan dalam penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sales and Purchase Agreement) saham.

Melalui aksi korporasi ini, Kimia Farma resmi memiliki saham mayoritas Phapros sebanyak 476.901.860 saham, yang merupakan 56,77% saham yang dimiliki oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia dengan nilai akuisisi Rp1,36 triliun.

Kedua perusahaan akan bersinergi memacu pertumbuhan industri farmasi di Indonesia untuk mengoptimalkan akses layanan dan produk kesehatan yang bermutu tinggi bagi masyarakat.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro, yang mewakili Menteri BUMN, mengatakan akuisisi Phapros oleh Kimia Farma merupakan wujud dari sinergi BUMN untuk meningkatkan portofolio produk dari Kimia Farma dan Phapros.

"Akuisisi ini nantinya akan mendorong terciptanya efisiensi," terang Wahyu Kuncoro di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Bergabungnya Phapros dengan Kimia Farma diharapkan membawa sejumlah manfaat untuk masyarakat dan negara. Dengan kepemilikan lini bisnis yang sama, langkah strategis ini dinilai akan memperluas akses layanan kesehatan dan produk farmasi dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk rakyat Indonesia.

Selain itu juga akan menciptakan efisiensi biaya operasional dan distribusi barang, meningkatkan diversifikasi portofolio produk, serta memperkuat jaringan produksi.

"Sebagai salah satu ujung tombak industri healthcare milik negara, Kimia Farma berkomitmen memajukan industri farmasi untuk mewujudkan kesehatan masyarakat Indonesia yang berkualitas. Semoga bergabungnya Phapros dengan Kimia Farma dapat memperkuat dan memperluas layanan kesehatan kepada masyarakat," kata Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir.

Senada, Direktur Utama RNI, Didik Prasetyo, mengatakan akusisi ini menjadi salah satu momentum bersejarah bagi RNI dalam mendukung penuh sinergi BUMN.

"Sebagai agen pembangunan negara, kami turut mendorong tercapainya cita–cita pemerintah termasuk dalam percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan," tutur Didik Prasetyo.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Optimalkan Kilang, Pertamina...
Optimalkan Kilang, Pertamina Gandeng Kimia Farma Produksi Bahan Baku Farmasi
Kimia Farma Buka Lowongan...
Kimia Farma Buka Lowongan Kerja untuk 3 Posisi, Cek Persyaratan dan Penempatannya
Gelombang PHK Hantui...
Gelombang PHK Hantui Karyawan Kimia Farma, 5 Pabrik Obat Bakal Ditutup
AALI Gandeng Kimia Farma...
AALI Gandeng Kimia Farma Vaksinasi 36.000 Pekerja Perkebunan dari Aceh hingga Sulawesi
Ada Vaksin, Industri...
Ada Vaksin, Industri Farmasi Kembali Sehat Tahun Depan
Vaksinasi Berbayar Batal...
Vaksinasi Berbayar Batal Bikin Deretan Saham Emiten Farmasi Ini Loyo
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
8 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
8 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
8 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
9 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
9 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
9 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved