Gas Blok Masela Diincar Pembeli

Rabu, 27 Maret 2019 - 13:58 WIB
Gas Blok Masela Diincar...
Gas Blok Masela Diincar Pembeli
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut produksi gas dari Blok Masela sudah diincar pembeli. Pembeli tersebut akan menyerap seluruh bagian gas pipa dari Blok Masela sebesar 150 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd).

“Sudah ada yang mengincar untuk yang 150 mmscfd. Itu dari industri petrokimia,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, kemarin.

Rencananya Blok Masela akan memiliki produksi gas untuk dialirkan ke pipa gas sebesar 150 mmscfd. Adapun sebagian besar gas akan menjadi gas alam cair (liquified natural gas/LNG) dengan total volume mencapai 9,5 juta metrik ton per annum (MTPA).

Terkait pengembangan Blok Masela, imbuh Dwi, SKK Migas masih melakukan evaluasi teknis skema desain pengembangan Blok Masela supaya lebih efisien. Dengan demikian hingga saat ini revisi Proposal Rencana Pengembangan (PoD) investasi Blok Masela belum selesai.

“Kami akan me-review terus aspek teknisnya karena masuk safety yang diberikan. Dan yang paling inti ialah capex (belanja modal) bisa rasional,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa pada dasarnya pengembangan Blok Masela segera selesai. Meski begitu jika belanja modal masih terlalu tinggi pemerintah tidak bisa memberikan insentif yang lebih besar.

Sebagai catatan, insentif yang bisa diberikan pemerintah terkait pengembangan blok bisa berupa keringanan pajak hingga pembagian split ke investor yang lebih besar. Di sisi lain pemerintah juga masih konsisten untuk mengembangkan Blok Masela dengan skema di darat (onshore) karena akan memberikan dampak besar kepada masarakat.

“Lebih bagus dilakukan di darat. Dengan di darat biayanya lebih rendah dari floating selain multiplier effecnya lebih besar,” kata dia.

Sementara itu, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) Fahmy Radhi, mengatakan pada prinsipnya pemerintah berkeinginan proyek Masela bisa segera berjalan. Bahkan, Menteri ESDM Ignasius Jonan berkeinginan segera mempercepat proyek tersebut.

Terkait insentif, kata dia, bisa dilakukan sambil jalan. Hal itu telah disampaikan Jonan saat bertemu Inpex di Jepang belum lama ini.

Sebagai informasi, Inpex mulai mengelola Lapangan Gas Abadi Masela sejak tahun 1998 sejak ditandatangani kontrak bagi hasil produksi (Production Sharing Contract/PSC) dengan jangka waktu 30 tahun.

PoD pertama blok Masela ditandatangani pemerintah pada tahun 2010. Kala itu, Inpex memiliki hak partisipasi sebesar 65%, sedangkan sisanya dikuasai oleh mitranya, Shell Upstream Overseas Services Ltd. Tahun 2014, Inpex bersama Shell merevisi PoD setelah ditemukannya cadangan baru gas di Lapangan Abadi, Masela dari 6,97 triliun kaki kubik (TCF) ke level 10,73 TCF.

Dalam revisi tersebut, kedua investor sepakat akan meningkatkan kapasitas fasilitas LNG dari 2,5 MTPA menjadi 7,5 MTPA dengan skema di laut (offshore). Namun, di awal tahun 2016 lalu, Presiden Joko Widodo meminta pembangunan kilang LNG Masela dilakukan dalam skema darat.

Konsekuensinya, Inpex harus mengulang kembali proses kajian pengembangan LNG dengan skema baru. Rencananya, kapasitas produksi kilang nantinya mencapai 150 juta kaki kubik per hari gas pipa dan 9,5 juta ton per tahun (MTPA) gas alam cair (LNG). (Nanang Wijayanto)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Proyek Abadi Masela,...
Proyek Abadi Masela, SKK Migas dan Inpex Inspeksi 17 Stasiun Metocean di Tengah Laut
Proyek Abadi Blok Masela...
Proyek Abadi Blok Masela Baru Digarap 2,2%, Ini Updatenya
Daftar Perusahaan Konsumen...
Daftar Perusahaan Konsumen Gas Mitra Inpex dalam Proyek Blok Masela
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
15 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
25 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
41 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
42 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
52 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Uni Eropa Mempertimbangkan...
Uni Eropa Mempertimbangkan Kembali Pakai Gas Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved