Bank UOB Targetkan Jumlah Nasabah Baru Tumbuh 32% Tahun Ini

Jum'at, 29 Maret 2019 - 01:01 WIB
Bank UOB Targetkan Jumlah...
Bank UOB Targetkan Jumlah Nasabah Baru Tumbuh 32% Tahun Ini
A A A
JAKARTA - PT Bank UOB Indonesia menargetkan dapat menggenjot jumlah nasabah baru pada tahun 2019 sebesar 32% seiring dengan peluncuran layanan Wealth Banking baru. Adapun hingga saat ini, jumlah nasabah perseroan telah mencapai 500.000 nasabah.

Deposit, Investment and Insurance Sales and Distribution Head UOB Indonesia Victor Teja mengatakan, layanan Wealth Banking ditujukan bagi nasabah kelas menengah ke atas yang memiliki jumlah saldo mulai dari Rp100 juta sampai dengan Rp1 miliar di UOB.

Di tahun 2018, terdapat sekitar 60 juta orang atau sebesar 23% dari jumlah penduduk Indonesia termasuk dalam kategori masyarakat menengah ke atas. Sementara saat ini, potensi untuk orang yang masuk pada segmen mass affluent di Indonesia sekitar 20 juta orang.

Dari jumlah tersebut, kata Victor, perseroan berharap sekitar 3% dapat menjadi nasabah mass affluent Bank UOB. Sedangkan untuk nasabah exsisting, diharapkan sekitar 250.000 nasabah exsisting perseroan dapat menjadi nasabah kelas menengah atas.

"Ini layanan bank baru untuk kelas menengah atas. Dari 500.000 nasabah saat ini, kita harapkan separuhnya bisa menjadi nasabah mass affluent kita," ujar Victor saat konferensi pers peluncuran UOB Wealth Banking di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Layanan Wealth Banking baru ini, memberikan nasabah solusi pengelolaan portofolio keuangan yang lengkap, serta layanan nasihat keuangan berdasarkan kepada pendekatan Smart Risk. Pendekatan ini memberikan nasihat investasi dengan mengedepankan pertimbangan risiko sebelum nasabah mempertimbangkan potensi imbal hasil investasi.

Head of Personal Financial Services and Digital Bank UOB Indonesia Khoo Chock Seang menambahkan, dengan menempatkan pemahaman risiko sebagai pusat nasihat keuangan, UOB membantu nasabah dalam mengidentifikasi tingkat toleransi risiko yang berbeda bagi setiap individu.

"Dari pemahaman tersebut, kami kemudian dapat membahas risk appetite nasabah sehubungan dengan produk-produk investasi yang ditawarkan, serta meninjau portofolio investasi mereka," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wealth Management Dorong...
Wealth Management Dorong Kinerja Bank HSBC, Dana Kelolaan Tumbuh 11,4%
Pentingnya Kolaborasi...
Pentingnya Kolaborasi Kembangkan Wealth Management bagi Generasi Produktif
Layanan Wealth Management...
Layanan Wealth Management BRI Raih Penghargaan Best Private Bank for HNWIs
Maybank Syariah Perkenalkan...
Maybank Syariah Perkenalkan My Shariah Wealth Management Saat Event Connect 2
BRI Prioritas Lebih...
BRI Prioritas Lebih dari Sekedar Akses Layanan Keuangan, Ini Beragam Fasilitas Bernilai Tambah
DBS Treasures Private...
DBS Treasures Private Client Rangkul Nasabah dan Penerus
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
6 menit yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
31 menit yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
1 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
4 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
4 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved