Bank Bukopin Catat Pertumbuhan Laba 40% di 2018

Senin, 01 April 2019 - 16:05 WIB
Bank Bukopin Catat Pertumbuhan...
Bank Bukopin Catat Pertumbuhan Laba 40% di 2018
A A A
JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin) membukukan laba bersih sebesar Rp190 miliar pada tahun 2018, meningkat 40% dibandingkan capaian laba pada tahun 2017 yang sebesar Rp136 miliar. Peningkatan laba Perseroan didorong oleh perbaikan kualitas kredit, serta penurunan biaya dana dan biaya overhead.

Penurunan biaya tersebut membuat Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menurun dari 99,04% menjadi 98,41%.

"Efisiensi kita fokus menurunkan biaya dengan berbagai cara. BOPO berhasil kita turunkan menjadi 98%. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross juga berhasil turun menjadi 6,67% dari 8,54%," kata Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin M Rachmat Kaimuddin saat konferensi pers paparan kinerja Bank Bukopin Tahun 2018 di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Adapun penyaluran kredit Bukopin mencapai Rp66,44 triliun. Sebagian besar kredit perseroan disalurkan ke sektor ritel, yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp29,28 triliun dan konsumer sebesar Rp15,26 triliun, serta kredit ke sektor komersial sebesar Rp21,90 triliun.

"Tahun ini, kami akan fokuskan kredit di sektor konsumer dan segmen small medium enterprise (SME). Sektor komersil akan tetap kita jaga. Rasio NPL juga diharapkan bisa turun di bawah 5% untuk yang gross. Kalau NPL nett ditargetkan bisa di angka 3% dari yang saat ini di angka 4,75%," jelasnya.Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan pada periode yang sama mencapai Rp76,1 triliun. Dana tersebut ditempatkan dalam bentuk giro sebesar Rp10,04 triliun, tabungan sebesar Rp19,92 triliun dan sisanya sebesar Rp46,19 triliun merupakan deposito. Per 31 Desember 2018, rasio Loan to Deposito Ratios (LDR) perseroan tercatat 86,18% dengan rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) 106,75%.

Dari sisi rasio kecukupan modal, sambung Rachmat, posisi CAR (Capital Adequacy Ratio) perseroan hingga akhir tahun 2018 mencapai 13,41%, meningkat 2,89% dibandingkan dengan posisi CAR pada 31 Desember 2017 yaitu sebesar 10,52%. Di sisi lain, pada periode yang sama Return On Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) Perseroan tercatat sebesar 0,22% dan 2,95%.

Ke depan, lanjutnya, Bank Bukopin akan memacu pertumbuhan kinerja pada tahun 2019 dengan melakukan perbaikan kualitas, peningkatan produktivitas dan mengoptimalkan proses digitalisasi. Perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih meningkat dua kali lipat dibandingkan pencapaian laba tahun lalu.

Adapun untuk aset, Bukopin berharap dapat meningkatkan pertumbuhan aset sebesar 8% dari realisasi pencapaian tahun 2018 sebesar Rp95,6 triliun. Sementara itu, pendapatan operasional lainnya (fee based kncome) Perseroan pada periode yang sama sebesar Rp784 miliar.

Perseroan juga terus berupaya memacu pertumbuhan bisnis dengan merilis sejumlah produk dan layanan baru. Salah satu produk andalan yang telah diluncurkan Bank Bukopin pada 2018 dan akan dipacu penetrasinya pada 2019 adalah Flexy Bill, yaitu pembiayaan pembayaran tagihan listrik untuk pelanggan korporasi.

"Kami akan terus memperkuat penetrasi di segmen ritel," ungkap Direktur Konsumer Bank Bukopin Rivan A Purwantono.

Untuk memperkuat bisnis di segmen ritel, strategi yang dijalankan Bank Bukopin antara lain adalah melalui peningkatan penetrasi pada bisnis perbankan digital, pembiayaan perumahan, dan memacu pendapatan dari fee based income.

Fokus bisnis lain yang dibidik Bank Bukopin adalah pada kredit personal, terutama di segmen pensiunan dan kredit kendaraan bermotor melalui sinergi dengan PT Bukopin Finance.

"Dari sisi feebased ada produk baru yang di push. Ada produk-produk unggulan seperti kartu kredit dan lainnya. Kita akan terus lakukan kerja sama dengan berbagai stakeholder," tambahnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukopin Optimistis Kinerja...
Bukopin Optimistis Kinerja Makin Membaik
Kookmin Bank Masuk,...
Kookmin Bank Masuk, Kinerja Bukopin Diyakini Bakal Kinclong
Demi Dongkrak Kinerja,...
Demi Dongkrak Kinerja, Kookmin Bank Akan Permak Bukopin
Kookmin Bank Pacu Transformasi...
Kookmin Bank Pacu Transformasi Bisnis Bukopin
KB Bank Bukopin Catat...
KB Bank Bukopin Catat Laba Bersih Konsolidasi Rp352 Miliar di Kuartal I-2025
Kookmin Bank Dukung...
Kookmin Bank Dukung Rights Issue Bank Bukopin
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
23 menit yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
1 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
1 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
1 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved