Harga Minyak Menanjak Dipicu Sanksi Iran dan Penutupan Venezuela

Selasa, 02 April 2019 - 11:13 WIB
Harga Minyak Menanjak...
Harga Minyak Menanjak Dipicu Sanksi Iran dan Penutupan Venezuela
A A A
TOKYO - Harga minyak hari ini naik ke level tertinggi baru untuk tahun ini dipicu sentimen pernyataan seorang pejabat AS bahwa Washington mempertimbangkan lebih banyak sanksi terhadap Iran. Terhentinya operasi di terminal ekspor utama Venezuela ikut mendongkrak harga minyak.

Harga minyak juga didukung oleh survei Reuters yang menunjukkan pasokan minyak OPEC merosot ke level terendah empat tahun terkahir pada bulan Maret lalu, serta data positif dari ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat (AS) dan China.

Pada perdagangan hari ini minyak mentah Brent naik USD26 sen, atau 0,4% menjadi USD69,27 per barel, setelah sebelumnya menyentuh USD69,29 yang menjadi level tertinggi baru untuk 2019.

Sementara West Texas Intermediate (WTI) berjangka AS naik USD28 sen atau 0,5% menjadi USD61,87 per barel, sebelumnya mencapai USD61,89 yang juga level tertinggi baru untuk 2019. Tercatat, WTI ditutup naik 2,4% pada hari Senin (1/4) lalu.

Seorang pejabat senior pada pemerintahan Trump mengatakan bahwa Washington mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Iran, yang akan menargetkan wilayah ekonomi yang belum pernah terkena sanksi sebelumnya.

Pejabat itu juga menyarankan bahwa AS mungkin tidak memperpanjang keringanan dari sanksi terhadap ekspor minyak Iran ke kelompok delapan importir yang berakhir bulan depan. "Itu, saya pikir, adalah tujuan kita," kata pejabat itu Seperti dilansir Reuters, Selasa (2/4/2019).

Sementara, terminal ekspor minyak mentah Jose Venezuela telah menghentikan operasinya karena kurangnya pasokan listrik. Kemudian, pemangkasan produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) membantu menyebabkan pasokan kelompok ke level terendah empat tahun pada bulan Maret.

Eksportir terbesar dunia, Arab Saudi, mengirim lebih banyak pada pakta pemotongan pasokan kelompok itu sementara output Venezuela turun lebih jauh karena sanksi AS dan pemadaman listrik sebelumnya.

Pasar di awal pekan ini juga menguat setelah angka ekonomi optimis dari AS dan China meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Konflik Venezuela Tak...
Konflik Venezuela Tak Cukup Kuat Dongkrak Harga Minyak Dunia
AS Gantungkan Nasib...
AS Gantungkan Nasib ke Minyak Venezuela? Bos Chevron Beberkan Tantangannya
150 Juta Barel Minyak...
150 Juta Barel Minyak Venezuela Banjiri Pasar Dunia, AS Siapkan Senjata Rahasia
Harta Karun Venezuela...
Harta Karun Venezuela Diangkut, AS Mulai Kehabisan Stok BBM?
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
7 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
9 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved