Modernisasi Sektor Pertanian Cara Mewujudkan Swasembada Pangan

Jum'at, 05 April 2019 - 14:13 WIB
Modernisasi Sektor Pertanian...
Modernisasi Sektor Pertanian Cara Mewujudkan Swasembada Pangan
A A A
JAKARTA - Indonesia pernah mencapai swasembada pangan tahun 1984 dan diakui Food and Agriculture Organization (FAO), atau badan pangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pencapaian tersebut harus memotivasi semuanya agar bisa kembali terwujud.

Pada 1984, produksi beras mencapai 27 juta ton dan konsumsi nasional 25 juta ton, terdapat surplus 2 juta ton. "Saat itu, Indonesia bisa memberikan bantuan 100 ribu ton beras kepada sejumlah negara yang mengalami kelaparan. Kita akan wujudkan itu kembali,” kata Caleg Partai Berkarya daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat (Kalbar) Achmad Hamid di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Menurut Achmad Hamid, Indonesia bisa mengulang pencapaian ini dan Partai Berkarya yang akan melakukannya. "Partai Berkarya punya banyak program yang peduli pada petani dan masyarakat kecil," ujarnya.

Salah satunya dengan ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal. Partai Berkarya akan membangun pertanian di setiap wilayah di Indonesia. Caranya memodernisasi sistem bercocok tanam tanpa mengesampingkan tradisi bertani masyarakat dan komoditas yang dihasilkan.

"Indonesia itu negara agraris, tapi sayang sejak usai era Pak Harto belum ada lagi yang mampu mewujudkan kemandirian pangan," lanjutnya.

Menurut Achmad Hamid, Indonesia perlu mengundang pakar pertanian dari Thailand dan Vietnam untuk meningkatkan hasil panen. Cara ini akan menjamin kelangsungan pertanian, karena ada transfer teknologi yang membuat sektor pertanian Indonesia tidak tertinggal.

Cara lain mengubah Kalimantan Barat sebagai penghasil beras kebutuhan nasional. Saat ini ada tiga daerah penghasil beras yakni Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Ketapang. "Kabupaten lain bisa diubah menjadi penghasil beras, jika pemerintah mau," tandasnya.

Produksi beras di tiga kabupaten di Kalimantan Barat bisa ditingkatkan. Terlebih Partai Berkarya memberikan solusi menarik, yaitu penggunaan pupuk Bregandium teknologi nano. Dalam uji coba di sejumlah wilayah, penggunaan pupuk Bregandium terbukti meningkatkan hasil panen sampai 30%. "Partai Berkarya punya solusi yang akan membawa Indonesia kembali berswasembada beras," tuturnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smart Digital Farming...
Smart Digital Farming Solusi Swasembada Pangan
Penyuluh Kunci Sukses...
Penyuluh Kunci Sukses Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Target Swasembada Pangan...
Target Swasembada Pangan 2027 Diyakini Mampu Diwujudkan
Sukabumi Dongkrak Agroindustri...
Sukabumi Dongkrak Agroindustri dan Pertanian demi Wujudkan Swasembada Pangan
Penyuluh Pertanian Garda...
Penyuluh Pertanian Garda Terdepan Percepat Swasembada Pangan
Mentan: Swasembada Pangan...
Mentan: Swasembada Pangan Faktor Penting Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
1 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
1 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
2 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
2 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
2 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
4 jam yang lalu
Infografis
5 Cara Keji Israel Membunuh...
5 Cara Keji Israel Membunuh Pemimpin Hamas dan Hizbullah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved