Ancaman Krisis Utang Menghantui Indonesia

Kamis, 11 April 2019 - 22:41 WIB
Ancaman Krisis Utang...
Ancaman Krisis Utang Menghantui Indonesia
A A A
JAKARTA - Ancaman krisis kredit dan utang di Indonesia diperingatkan oleh Ekonom senior Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) Fadhil Hasan. Menurutnya siapapun terpilih nanti menjadi presiden harus mampu mencari menawarkan solusi soal hutang dan defisit transaksi berjalan.

"Hal yang perlu dicermati ancaman krisis kredit dan utang di Indonesia. Selama ini kita mengatakan rasio utang kita aman karena masih 30% sementara rule of thumb (aturan praktis) itu 60% dan CAD (defisit transaksi berjalan) masih di bawah 3 persen. Tapi sebenarnya aturan itu berlaku untuk negara-negara di Eropa," ujar Fadhil Hasan di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Dia pun menyebutkan batas aman rasio urang dan defisit transaksi berjalan atau CAD negara berkembang seperti Indonesia memiliki angka yang berbeda. Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga akhir Januari 2019 tercatat USD383,3 miliar atau setara Rp5.471,60 triliun. ULN ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD190,2 miliar, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar USD193,1 miliar.

CAD Indonesia sebesar 31,1 miliar dolar AS atau setara dengan 2,98 persen dari PDB. Fadhil mengatakan, nilai CAD ini tidak berada dalam posisi yang aman. Seharusnya, kata dia, tingkat rasio utang RI berada di bawah standar negara-negara Eropa sebesar 30%.

“Dia mengatakan rasio utang dan CAD untuk negara berkembang itu harusnya lebih rendah lagi. Selama ini rasio masih aman, karena yang kita pakai itu yang berlaku di Eropa, apakah seperti negara berkembang kayak Indonesia sudah tepat? mengingat kebutuhan kita untuk berkembang," jelasnya.

Selain itu, Dia juga menyayangkan utang BUMN yang seharusnya dirilis pada 19 Februari tertunda karena takut mengkhAwatirkan atau menganggu suara saat pemilu nanti. "Sampai saat ini saja utang BUMN belum dirilis seharusnya utang BUMN itu dirilis bulan Februari, tapi karena dekAt pemilu jadi ditunda. Agar tidak membuat khawatir masyarakat," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank Indonesia Optimis...
Bank Indonesia Optimis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2%
Ini Faktor Bikin Defisit...
Ini Faktor Bikin Defisit Transaksi Berjalan 1,4% dari PDB
Neraca Pembayaran Tekor,...
Neraca Pembayaran Tekor, Apakah Indonesia Masih Mampu Bayar Utang?
Impor Turun, Defisit...
Impor Turun, Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I/2020 di Bawah 1,5%
Defisit Transaksi Berjalan...
Defisit Transaksi Berjalan Tembus USD2,2 M di Kuartal I-2024
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Tekor USD6,7 Miliar di Kuartal II 2025, BI Sebut Terkendali
Berita Terkini
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
36 menit yang lalu
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
2 jam yang lalu
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
9 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
11 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
11 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
11 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved