Dahana-Kemhan Teken Kontrak Pengadaan Bomb Senilai Ratusan Miliar

Sabtu, 13 April 2019 - 05:15 WIB
Dahana-Kemhan Teken...
Dahana-Kemhan Teken Kontrak Pengadaan Bomb Senilai Ratusan Miliar
A A A
JAKARTA - PT Dahana (Persero) melakukan penandatanganan kontrak pengadaan Bomb P-250 Live dengan Kementerian Pertahanan RI (Kemhan) untuk proyek pengadaan Alutsista dan Konstruksi di lingkungan Kementerian Pertahanan atau TNI. Hal ini mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri, perusahaan plat merah yang bergerak di Industri bahan peledak baik untuk komersil ataupun militer ini telah memproduksi berbagai kebutuhan militer, salah satunya adalah Bomb P-250 Live.

Bomb yang sudah melewati proses pengujian ini akhirnya diproduksi secara massal. Melihat kemampuan Dahana dalam memproduksi bahan peledak yang berkualitas dan berdaya saing, Kementerian Pertahanan pun menjatuhkan pilihan membeli Bomb P250 L dari Perusahaan yang masuk di kluster NDHI (National Defence & Hitech Industry) tersebut.

Selain itu, kegiatan penandatanganan ini dimaksudkan untuk terus mendorong Industri Pertahanan dalam negeri. Direktur Operasi PT Dahana Bambang Agung mengatakan, perseroan mendapatkan nilai kontrak sebesar Rp104.727.968.160.

"Tentunya ini peluang sekaligus tantangan untuk kami di sektor militer. Dan kami akan memberikan yang terbaik, sesuai motto Dahana "Serving the Nation Better," ungkap Bambang Agung di Jakarta.

Selain Dahana, Kemhan juga melakukan penandatanganan kontrak dengan berbagai BUMN-BUMN lainnya. Bomb P-250 Live merupakan alat peledak yang diaplikasikan pada Pesawat Sukhoi, bom ini termasuk dalam jenis High Drags General Purposes (HDGP) yang memiliki kemampuan untuk meledak dan efek pecahannya dapat digunakan untuk menghancurkan bangunan dan fondasi bunker, juga dapat menghancurkan benda hidup di area yang luas.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cuan Bisnis BUMN Pertahanan...
Cuan Bisnis BUMN Pertahanan Masih Kecil, Tertinggal Jauh dari Negara Lain
Hariff Defense dan Dahana...
Hariff Defense dan Dahana Berkomitmen Ciptakan Ekosistem Industri Pertahanan yang Mandiri
4 Keunggulan GM 400...
4 Keunggulan GM 400 Alpha yang Dibeli Indonesia, Radar Jarak Jauh Canggih Buatan Thales Prancis
PT NKRI Pastikan Kemandirian...
PT NKRI Pastikan Kemandirian Industri Pertahanan akan Berdampak Positif bagi Ekonomi
Usai Terbentuk, Holding...
Usai Terbentuk, Holding BUMN Pertahanan Selaraskan Keuangan hingga Porfotolio Anak Usaha
Resmi Terbentuk, Holding...
Resmi Terbentuk, Holding BUMN Pertahanan Bidik Pendapatan Rp20,87 Triliun
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
40 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
43 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved