BNI Perkuat Usaha Garam Rakyat, Salurkan KUR Garam di Madura

Minggu, 14 April 2019 - 22:39 WIB
BNI Perkuat Usaha Garam...
BNI Perkuat Usaha Garam Rakyat, Salurkan KUR Garam di Madura
A A A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) ikut mendukung Kementerian Koordinator Perekonomian untuk menyalurkan KUR Garam Rakyat. Skema KUR yang digunakan khusus menyesuaikan masa panen petani garam dalam kisaran satu hingga dua bulan.

Portofolio penyaluran KUR dari Himbara di sektor garam hingga 11 April 2019 mencapai Rp68,6 miliar dengan total sebanyak 2.358 debitur. BNI mencatatkan portofolio penyaluran KUR Garam mencapai Rp25,73 miliar dengan total sebanyak 742 debitur.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, pihaknya bersama Himbara melakukan sinergi dalam mengembangkan Usaha Garam Rakyat. Petani garam menjadi layak menerima KUR sepanjang tergolong sebagai usaha kecil.

"Kini petani garam layak mendapatkan KUR dengan bunga 7%. Modelnya disesuaikan dengan masa panen petani garam yang berbeda dengan petani padi dan lainnya. Panen garam dilakukan setelah satu hingga dua bulan, sebelum panen jangan disuruh bayar cicilan," ujar Darmin, Minggu (14/4/2019).

Darmin menambahkan Madura merupakan daerah penghasil garam dapur terbesar di Indonesia. Sekitar ΒΌ produksi garam nasional berasal dari Madura. Tidak hanya itu, Jawa Timur juga tercatat sebagai provinsi dengan penyaluran KUR tertinggi kedua nasional, dengan total akumulasi penyaluran KUR sebesar Rp58,6 triliun kepada 2,8 juta debitur.

Selain itu, dia juga mendorong penggunaan Kartu pintar untuk menggantikan formulir pengajuan KUR. Hal ini akan mempermudah petani garam hendak mengajukan pinjaman yang berulang, sekaligus memudahkan bank untuk mengontrol tingkat kepatuhan peminjam. Dalam praktiknya, pinjaman tidak harus penuh sepanjang satu tahun.

"Kalau petani garam mungkin hanya butuh pinjam 6 bulan, jangan dipaksa meminjam untuk setahun. Pakai skema yarnen atau bayar saat panen. Kalau panen dalam 6 bulan, baru dibayar pinjamannya. Bayar bunga jadi hanya 3,5% saja," ujar Darmin.

Pemerintah juga akan memerintahkan BUMN PT Garam untuk meningkatkan jumlah gudang penyimpanan garam. Dengan begitu, saat masa panen tidak ada alasan PT Garam tidak bisa menyerap produk di petani dengan harga beli yang baik, sehingga pengepul tidak leluasa menekan harga di level petani.

Harapannya petani garam lokal dapat memenuhi standar garam industri khususnya makanan sehingga impor dapat ditekan. "Kita ingin berikan standar harga meskipun sulit. Namun setidaknya kita akan jaga supaya tidak turun di bawah Rp1.000. Karena itu sangat tidak masuk akal," ujarnya.

Direktur Keuangan BNI, Anggoro Eko Cahyo menuturkan, potensi KUR sektor garam sangat besar. Dengan adanya Permenko Perekonomian No.8 Tahun 2018 diharapkan penyaluran KUR di sektor garam tidak hanya dijalankan di 6 titik di kegiatan ini saja.

Namun akan terus dilanjutkan dan berekspansi agar program pemerintah tersebut dapat bermanfaat bagi usaha kecil. "Petani garam tidak akan kekurangan sumber pembiayaan untuk memperkuat tambak garamnya karena BNI dan perbankan nasional siap menyalurkan KUR dengan mekanisme yang lebih memudahkan para petani," ujar Anggoro dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Pihaknya bersama bank-bank Himbara juga mendorong adanya pendampingan budidaya serta peningkatan hasil produksi dengan dukungan KUR serta percepatan program berupa Corporate Social Responsibility (CSR).

Pada acara ini, BNI memberikan bantuan CSR berupa Bantuan Stimulan Lahan Tambak, Kincir Angin Garam, dan Rehabilitasi Gudang Garam Rakyat kepada Kelompok Usaha Garam Rakyat di Kabupaten Pamekasan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, ada 13 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang punya lahan garam. Himbara diharapkan mengikutsertakan perguruan tinggi dalam menciptakan kebangkitan kembali intan dari laut (garam) di Jawa Timur. Semoga KUR dari Himbara diharapkan dapat menjadi pintu masuk dari kebangkitan garam Madura dan Jawa Timur.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyampaikan Pamekasan merupakan salah satu sentra utama penghasil komoditas garam di Indonesia. Pamekasan akan mendorong semua desa untuk memiliki tema yang akan dikembangkan, agar mampu berdiri secara mandiri, termasuk Desa Garam.

Produksi garam dari Pamekasan tumbuh 42% dari tahun sebelumnya. Ada 170 Kelompok Petani Garam. "Dengan data tersebut kami harapkan akan ada pendorong bagi pengembangan garam dari pemerintah pusat," ujar Baddrut.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Luhut Sebut Indonesia...
Luhut Sebut Indonesia Negara Tujuan Investasi Nomor 4 di Dunia
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Indonesia Siap Bantu...
Indonesia Siap Bantu Negara-negara Kepulauan Atasi Perubahan Iklim
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
Berita Terkini
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
9 menit yang lalu
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
25 menit yang lalu
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
46 menit yang lalu
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
59 menit yang lalu
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
1 jam yang lalu
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved