alexametrics

Luhut: Pemerintah Akan Hentikan Model Investasi Seperti Freeport

loading...
Luhut: Pemerintah Akan Hentikan Model Investasi Seperti Freeport
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan pemerintah akan menghentikan model investasi seperti Freeport. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan pemerintah sedang menyiapkan strategi agar kekayaan alam Indonesia memiliki nilai tambah sebelum diekspor. Ke depan, diharapkan tidak ada lagi investasi seperti yang dilakukan oleh PT Freeport.

"Nilai tambah, tak ada lagi investasi yang masuk ke Indonesia hanya cangkul-cangkul seperti Freeport lalu ekspor raw materialnya, semua harus ada nilai tambah," terang Luhut di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Luhut mengatakan selama ini, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh negara lain. Namun, masalahnya tidak ada pengolahan yang tepat membuat kekayaan tersebut mendatangkan keuntungan besar bagi negara.



"Kekayaan kita paling hebat diantara semua negara tapi kita hanya ekspor raw material. Itu yang Pemerintah Jokowi tidak mau begini terjadi lagi. Tetapi tidak bisa dilakukan hanya balik tangan," jelasnya.

Dia menambahkan pemerintah pun sudah merumuskan cara agar kekayaan alam mendatangkan pendapatan bagi Indonesia. Pertama, menyiapkan tehnologi ramah lingkungan. Kedua, mendidik tenaga kerja agar mampu menggantikan posisi tenaga kerja asing saat ini.

Baca: Luhut Jelaskan ke Bank Dunia RI Siapkan Rp720 T untuk Tangani Corona

"Apa rumus utama untuk investasi? Harus ramah lingkungan, mendidik tenaga kerja lokal tapi kalau belum sempat ya kita kasih waktu lima tahun. Tapi setelah itu harus diisi oleh Indonesia. Yang penting transfer teknologi tadi," jelasnya.

Dia menekanan akan menyeimbangkan antara investasi di daerah timur, tengah dan barat serta menggenjot investasi nikel yang saat ini dibutuhkan oleh seluruh negara.

"Kenapa pemerintah melihat investasi nikel penting? Kendaraan listrik penting untuk mencapai Paris Agreement 2030, ini dunia. Ini artinya Indonesia akan jadi pemain, sekarang ini jangan ini dululah sok-sok mau paling hebat tapi enggak hebat. Kalau kita sudah punya teknologinya, raw materialnya dan punya prosesnya, kita bisa ngatur. Itu mimpi kita membuat Indonesia hebat dari waktu waktu yang lain," tandasnya.
(bon)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top