Peningkatan Pernikahan Muda Hambat Indeks Pembangunan Manusia

Senin, 15 April 2019 - 19:40 WIB
Peningkatan Pernikahan...
Peningkatan Pernikahan Muda Hambat Indeks Pembangunan Manusia
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia pada 2018 mencapai 71,39. Angka ini meningkat 0,58 poin atau tumbuh 0,82% dibandingkan tahun 2017.

Meski begitu, angka ini lebih rendah dari target Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 71,5. BPS menyatakan meningkatnya angka pernikahan muda menjadi salah satu penghambat laju IPM nasional 2018.

"Secara keseluruhan, IPM terus mengalami peningkatan sejak tahun 2010. Tapi jika dibandingkan dengan target APBN, memang lebih rendah. Namun selisihnya cukup tipis," ujar Kepala BPS, Suhariyanto di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Peningkatan IPM 2018 didorong oleh pertumbuhan di semua komponen, yaitu umur harapan hidup saat lahir (tumbuh 0,19 %), harapan lama sekolah (tumbuh 0,47 %), rata-rata lama sekolah (tumbuh 0,86 %), pengeluaran per kapita per tahun (tumbuh 3,7 %). Selain itu, disparitas status pembangunan manusia di provinsi pun mengecil.

"Hal ini terlihat dari Provinsi Papua yang naik statusnya menjadi sedang atau 60,06. Ini menyebabkan Papua menjadi provinsi dengan pertumbuhan IPM tertinggi yaitu 1,64 %," kata Kecuk, sapaan akrabnya.

Kecuk menambahkan, ada beberapa catatan bagi pemerintah dalam meningkatkan IPM. Salah satunya adalah angka pernikahan dini yang mengalami peningkatan pada 2018. Baca: BPS: Kualitas Hidup di Indonesia Meningkat di 2018

Berdasarkan data BPS, persentase perempuan yang menikah pertama di usia 16 tahun atau kurang, mengalami peningkatan dari 14,18% pada 2017 menjadi 15,66% pada 2018. Provinsi dengan jumlah persentase pernikahan muda tertinggi adalah Kalimantan Selatan (22,77%), Jawa Barat (20,93%), dan Jawa Timur (20,73%).

Pada 2017, persentase pernikahan dini di Jawa Barat mencapai 17,28%.‎ Angka itu lebih rendah dari Jawa Timur (18,44%) dan Kalimantan Selata‎n (21,53%). Dengan demikian, peningkatan persentase pernikahan muda tahun 2018 di Jawa Barat jauh lebih signifikan dibandingkan provinsi lainnya.

Suhariyanto mengatakan, pernikahan muda ini memiliki pengaruh signifikan pada tingkat kematian bayi dan angka harapan hidup. Seorang ibu yang siap secara fisik dan mental akan menekan tingkat kematian bayi.

"Bayangkan jika seorang pernikahan dini terjadi, psikologi dan kesehatan ibu buruk. Ketika buruk, dia akan berpengaruh pada tingkat kematian bayi sehingga angka harapan hidup berkurang‎," tuturnya.

Hanya saja, Suhariyanto mengatakan, BPS tidak mengetahui detail apa saja yang menyebabkan angka pernikahan muda meningkat. "Saya kira perlu dilakukan sosialisasi terutama mengenai program keluarga berencana. Sebab saat ini, jumlah anak pun mengalami peningkatan, sudah bukan dua anak lagi," ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pratikno Sambut Baik...
Pratikno Sambut Baik Kenaikan IPM: Hasil Gotong Royong Kita
Kabupaten Bandung Barat...
Kabupaten Bandung Barat Raih Indeks Pembangunan Statistik dengan Predikat Baik
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
IPM Kalteng 2025 Naik,...
IPM Kalteng 2025 Naik, Gubernur Agustiar: Perkuat Sektor Digitalisasi dan Pendidikan
7 Provinsi dengan Biaya...
7 Provinsi dengan Biaya Konstruksi Termahal, Nomor 5 Calon Ibu Kota Baru RI
Duh, Indeks Kebahagiaan...
Duh, Indeks Kebahagiaan Meredup di 10 Provinsi Ini
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
50 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Perjuangan Garuda Muda...
Perjuangan Garuda Muda di Piala Dunia U-17 2025 Dimulai!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved