Wall Street Jatuh Terbebani Penurunan Saham Kesehatan

Kamis, 18 April 2019 - 07:35 WIB
Wall Street Jatuh Terbebani...
Wall Street Jatuh Terbebani Penurunan Saham Kesehatan
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan kemarin waktu setempat, seiring penurunan saham kesehatan untuk membayangi serangkaian laporan pendapatan perusahaan AS yang sejauh ini melaju positif. Sementara itu data ekonomi lebih optimistis ditunjukkan AS dan juga China.

Dilansir Reuters hari ini, tiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi pada wilayah negatif dengan indeks S&P 500 tersisa hanya dalam satu persen di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada bulan September. Sektor kesehatan mengalami penurunan dengan persentase terbesar dalam empat bulan, yakin menyusut hingga 2,9% karena kekhawatiran regulasi.

Saham-saham seperti UnitedHealth Group Inc, Pfizer Inc, Merck & Co Inc dan Laboratorium Abbott semuanya ditutup antara 1,9% dan 4,7%, dan termasuk di antara hambatan terbesar pada S&P 500 yang lebih luas. Penurunan sektor ini secara umum mengurangi laporan pendapatan yang sebelumnya memberikan dorongan lebih besar kepada bursa saham.

Tercatat Dow Jones Industrial Average turun 3,12 poin atau 0,01% menjadi 26.449,54 sedangkan S&P 500 kehilangan 6,61 poin yang setara 0,23% ke level 2.900,45. Sedangkan Komposit Nasdaq lebih rendah 4,15 poin atau 0,05% di posisi 7.996,08.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, enam di antaranya mengakhiri sesi di zona merah. Sedangkan saham Qualcomm Inc melonjak 12,2% setelah produsen chip itu menyelesaikan pertarungan hukumnya dengan Apple Inc. Saham Apple sendiri naik 1,9%.

Di sisi ekonomi, defisit perdagangan AS turun ke level terendah dalam delapan bulan pada bulan Februari karena penurunan impor 20,2% dari China. Sementara Negeri Tirai Bambu China mencetak PDB kuartal pertama tumbuh pada tingkat tahunan yang lebih baik dari yang diperkirakan yakni 6,4%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
14 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
45 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Infografis
25 Drone Kamikaze yang...
25 Drone Kamikaze yang Dioperasikan India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved