Rupiah Berakhir Menguat Saat Euro Berbalik Terkapar

Kamis, 18 April 2019 - 17:29 WIB
Rupiah Berakhir Menguat...
Rupiah Berakhir Menguat Saat Euro Berbalik Terkapar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (18/4/2019) menjaga tren positif setelah mendapatkan dorongan dari harapan dari hasil Pemilu 2019. Laju kencang kurs rupiah mengiringi euro yang berbalik terkapar hingga level terendah setelah sempat tertekan sebelumnya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah terus menguat hingga Rp14.040/USD atau lebih baik dari sebelumnya Rp14.080/USD. Pergerakan harian rupiah menjelang akhir pekan ini berada pada kisaran Rp13.990 hingga Rp14.080/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga melompat ke level Rp14.044/USD dibandingkan sesi penutupan Selasa kemarin sebelum libur Pemilu pada posisi Rp14.085/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.000-Rp14.051/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah bangkit pada posisi Rp14.055/USD atau membaik dari sebelumnya di level Rp14.090/USD. Sentimen internal diyakini membuat rupiah kokoh, ketika harapan Pemilu 2019 jadi sentimen positif.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau menjadi Rp14.016/USD untuk menjadi sinyal perlawanan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah mencoba pulih usai sebelumnya berada pada level Rp14.066/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Euro jatuh ke level terendah satu pekan pada hari Kamis setelah survei manufaktur yang lemah di Eropa menimbulkan kekhawatiran tentang ekonomi yang terus berjuang untuk mendapatkan daya tarik sebelum akhir pekan panjang Paskah.

Euro sempat menanjak naik sebesar 0,1% sebelum data negatif membuat berbalik melemah 0,4% ke posisi terendah sejak 10 April menjadi 1,1244 terhadap dolar AS setelah rilis data. Indeks dolar terhadap enam mata uang utama cenderung mendatar pada level 97,051 setelah sempat turun 0,05% pada hari sebelumnya.

Mata uang terkait komoditas merosot setelah lonjakan harga minyak mentah kehabisan tenaga. Dolar Australia merayap pada posisi 0,7179 saat melawan USD setelah sempat naik di atas 0,72 per USD seiring data ketenagakerjaan yang menguat pada periode Maret.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
9 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
9 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
9 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
10 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
11 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
11 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved