Masuk Perairan Indonesia Tanpa Izin, Menteri Susi Hentikan 7 Kapal Asal China

Sabtu, 20 April 2019 - 19:28 WIB
Masuk Perairan Indonesia...
Masuk Perairan Indonesia Tanpa Izin, Menteri Susi Hentikan 7 Kapal Asal China
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turun langsung ke laut dalam operasi pemberantasan illegal fishing di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau pada 15-16 April 2019.

Dalam operasi yang didukung armada KRI Usman Harun dari TNI Angkatan Laut, Menteri Susi berhasil mendeteksi keberadaan tujuh kapal perikanan asing berbendera China yang sedang melintas di Laut Natuna Utara. Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman.

Agus Suherman menerangkan, setelah berhasil dideteksi melalaui radar, KRI Usman Harun melakukan pengejaran terhadap ketujuh kapal tersebut. Kemudian dilakukan penghentian dan pemeriksaan terhadap tujuh kapal atas nama Zhong Tai.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan ketujuh kapal tersebut dalam pelayaran dari China menuju Mozambik. Seluruh alat tangkap yang dimiliki tersimpan di dalam palka namun tidak ditemukan adanya hasil tangkapan. Sehingga dari hasil pemeriksaan tidak terdapat bukti awal untuk menduga kapal-kapal tersebut melakukan illegal fishing di perairan Indonesia," jelas Agus Suherman di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Berdasarkan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan menyebutkan setiap kapal penangkap ikan berbendera asing yang tidak memiliki izin penangkapan ikan selama berada di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia, wajib menyimpan alat penangkapan ikan di dalam palka (ruang kapal).

Apabila ditemukan kapal penangkap ikan berbendera asing yang tidak memiliki izin penangkapan ikan, yang selama berada di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia tidak menyimpan alat penangkapan ikan di dalam palka maka dapat dipidana dengan denda maksimal Rp500 juta.

Namun sanksi yang lebih berat dapat dijatuhkan apabila ditemukan kapal perikanan asing melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia tanpa izin penangkapan ikan. Sanksi yang dapat dikenakan yaitu pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp20 miliar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Luar Biasa, Kapal Hiu...
Luar Biasa, Kapal Hiu Macan 01 Menangkap 1.001 Kapal Pelaku Illegal Fishing
KKP Kembali Tertibkan...
KKP Kembali Tertibkan Lima Kapal yang Melanggar Jalur Penangkapan
Berantas Illegal Fishing,...
Berantas Illegal Fishing, KKP Tangkap Kapal Ikan Asing Asal Malaysia di Selat Malaka
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tangkap Kapal Illegal Fishing Berbendera Malaysia
Wih, KKP Tenggelamkan...
Wih, KKP Tenggelamkan 10 Kapal Illegal Fishing Lho!
Berita Terkini
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
15 menit yang lalu
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
37 menit yang lalu
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
1 jam yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
10 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
11 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
11 jam yang lalu
Infografis
Kapal Perang AS masuki...
Kapal Perang AS masuki ZEE Tanpa Izin, Tantang New Delhi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved