Proteksi Ekonomi Digital, Serangan Cyber di Indonesia Capai 232,4 Juta Kali

Jum'at, 26 April 2019 - 11:08 WIB
Proteksi Ekonomi Digital,...
Proteksi Ekonomi Digital, Serangan Cyber di Indonesia Capai 232,4 Juta Kali
A A A
JAKARTA - Kepala Direktorat Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiyawan menunjukkan seberapa rentan Indonesia dari serangan cyber ketika Interkonektivitas makin menghiasi kehidupan sehari-hari. Tercatat pada tahun kemarin saja, Indonesia mendapatkan serangan cyber mencapai total 232.447.974.

"Terdapat total 232.447.974 total serangan cyber di tahun 2018 di Indonesia, hal itu menunjukkan seberapa rentan kita terhadap serangan tersebut," ungkap Kepala Direktorat Proteksi Ekonomi Digital BSSN Anton Setiyawan dalam acara Zurich Global Risk Forum: Global Fragilities, Risk Mitigation and Impact to Today's Interconnected World di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Maka menurutnya dibutuhkan semua stakeholder dalam memproteksi ekonomi digital, terutama dalam masalah data. Lebih lanjut Ia menerangkan, salah satu risiko dalam cybersecurity adalah cybercrime. Penjualan data pribadi di darkweb juga makin marak di kalangan penjahat cyber.

Sambung Anton mengutarakan, ada sebagian kecil cyber criminal mengembangkan teknik baru untuk memiliki kemampuan dan alat seperti state actor sehingga semakin menyulitkan untuk memberi batas antara state actor atau kriminal profesional.

"Keamanan cyber di sektor publik harus diperhatikan karena sekarang infrastruktur dan sistem IT tidak lagi terpisah, justru saling terkait. Sektor publik pun berkembang, cyber risks pun juga ikut berkembang. Kita harus mengenali ancaman terlebih dahulu untuk memitigasinya," paparnya.

Setiap detik, 44 record bocor di seluruh dunia. Dari semua kebocoran ujarnya, hanya 4% yang bocor karena kelalaian, bukan karena menembus sistem pertahanan. Cyber criminal dijelaskan akan mencari celah di human error (kelalaian).

Asuransi bisa dipakai untuk menanggulangi insiden cyberattack dan membantu melindungi masyarakat dari kerentanan cyber. Cybercrime dan cyberwar sendiri pelan-pelan menyatu dan asuransi saat ini disiapkan untuk mulai mengambil langkah antisipasi dalam memitigasi risikonya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Siap Ekspansi Bisnis...
BNI Siap Ekspansi Bisnis Digital di Metaverse Indonesia dengan Menggandeng WIR Group
Transisi Bisnis Era...
Transisi Bisnis Era Normal Baru, Broadway Group Ajak Majukan Ekonomi Digital
Fokus Besarkan Digital,...
Fokus Besarkan Digital, MNC Group Rekrut Abhishek Tiwari & Bangun Kantor Pusat AI di India
Era Industri 4.0, Hary...
Era Industri 4.0, Hary Tanoesoedibjo: MNC Group Tetap Jadi Leader
Hadiri APOS 2025, Angela...
Hadiri APOS 2025, Angela Tanoesoedibjo Dorong Kolaborasi Berbagai Platform Media di Era Digital
Era Booming Teknologi...
Era Booming Teknologi Digital, Ekonom Sebut Ada 4 Tantangan Krusial
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
6 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
6 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
6 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
7 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
7 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
7 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved