Wall Street Turun Tajam Imbas Memanasnya Perang Tarif

Rabu, 08 Mei 2019 - 06:04 WIB
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Imbas Memanasnya Perang Tarif
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street turun tajam pada Selasa waktu setempat, setelah pejabat tinggi perdagangan AS mengindikasikan tarif lebih tinggi bagi barang-barang China pada akhir pekan ini. Hal ini membuat pedagang kecewa dengan kebijakan Presiden Donald Trump.

Melansir dari CNBC, Rabu (8/5/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 473,39 poin, atau 1,79%, menjadi 25.965,09. Ini merupakan penurunan terbesar bagi Dow Jones sejak 3 Januari 2019. Sementara indeks S&P 500 turun 1,65% menjadi 2.884,05. Nasdaq turun 1,96% menjadi 7.963,76.

Memanasnya perang tarif membuat saham-saham perusahaan AS yang memiliki penjualan besar di luar negeri, seperti Caterpillar dan Boeing, masing-masing turun 2,26% dan 3,87%. Begitu pula saham teknologi dan produsen chip seperti Nvidia turun 3,75% dan Apple yang melemah 2,7%.

Sebelumnya, Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, mengatakan bahwa AS akan meningkatkan retribusi impor China pada hari Jumat pekan ini.

Komentar Lighthizer soal "kemungkinan kenaikan tarif", ditengarai bakal berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi global. Ahli strategi pasar modal dari UBS, Keith Parker, mengatakan perang tarif ini akan mengurangi pertumbuhan ekonomi global sebesar 45 basis poin. Dan bisa memukul pertumbuhan ekonomi China hingga 1,5%.

"Kami melihat perang tarif ini memang masih kemungkinan, tapi bisa menimbulkan balasan dari China dan dapat memukul barang-barang konsumen AS. Bagaimanapun juga perang tarif akan memiliki dampak negatif yang besar," kata Keith.

Pernyataan Lighthizer merespon cuitan Presiden AS Donald Trump yang akan menaikkan tarif barang-barang China senilai USD200 miliar, dari saat ini 10% menjadi 25% pada Jumat pekan ini. Dan mengenakan retribusi tambahan 25% untuk barang-barang China senilai USD325 miliar lainnya.

Trump membuat pernyataan tersebut ditengarai untuk membuat China kembali ke meja perundingan. Delegasi China dikabarkan akan datang ke Washington untuk mengadakan pembicaraan. Dan para pedagang menyatakan cuitan Trump merupakan bagian dari taktik negosiasi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Tengah Kekhwatiran...
Di Tengah Kekhwatiran Pandemi dan Perang Dagang, Wall Street Cetak Rekor
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved