Rupiah Dibuka Merosot ke Posisi Rp14.448/USD Iringi Penguatan Dolar

Rabu, 15 Mei 2019 - 10:37 WIB
Rupiah Dibuka Merosot...
Rupiah Dibuka Merosot ke Posisi Rp14.448/USD Iringi Penguatan Dolar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Rabu (15/5/2019) dibuka merosot hingga menyentuh level Rp14.448/USD untuk semakin dalam terperosok ke zona merah. Penurunan beruntun kurs rupiah mengiringi penguatan dolar, sedangkan dolar Australia terjerembab ke posisi terburuk lebih dari empat bulan.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka anjlok ke posisi Rp14.448/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah tak berdaya usai kinerja negatif kemarin Rp14.444/USD.

Data Yahoo Finance juga menunjukkan kemerosotan rupiah pada sesi pagi perdagangan menjadi Rp14.441/USD dengan pergerakan harian Rp14.425 hingga Rp14.450/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal keterpurukan rupiah dibandingkan sebelumnya Rp14.433/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange jatuh ke level Rp14.445/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.434/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.445-Rp14.452/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi stagnan dari sebelumnya. Rupiah tertahan pada level Rp14.455/USD atau cenderung masih terkapar.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar menguat di awal perdagangan Asia hari ini sementara dolar Australia menyentuh level terendah lebih dari empat bulan karena para pelaku pasar menanti data China dan Eropa untuk petunjuk tentang apakah yang terburuk sudah berakhir bagi ekonomi global.

Dolar ditopang konflik perdagangan untuk tetap menjadi pusat perhatian investor setelah AS dan pejabat China mengatakan kedua negara akan terus bernegosiasi tentang perdagangan. Indeks dolar terhadap enam rival utama stabil pada level 97,542 setelah naik 0,2% selama sesi sebelumnya.

Sedangkan Euro bertahan lebih rendah di level 1,1203 saat berhadapan dengan USD. Terpantau euromengakhiri sesi sebelumnya lebih rendah setelah wakil perdana menteri Italia mengatakan negara siap melanggar peraturan anggaran Uni Eropa pada tingkat utang jika diperlukan demi meningkatkan lapangan kerja.

Selanjutnya Dolar Australia menyerah seperempat persen menjadi 0,6928 terhadap dolar AS, raihan tersebut jatuh ke level terendah sejak awal Januari menjelang rilis data China.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
19 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
35 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved