Menpar Arief Yahya Berharap Tiket LCC Turun Lebih Rendah

Rabu, 15 Mei 2019 - 13:46 WIB
Menpar Arief Yahya Berharap...
Menpar Arief Yahya Berharap Tiket LCC Turun Lebih Rendah
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi keputusan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menurunkan batas atas tarif pesawat Full Service, hingga 16%. Kemenhub juga sudah menghimbau kepada operator airlines LCC-Low Cost Carrier, pesawat bertarif terjangkau untuk menurunkan batas atas tarifnya hingga 50%.

“Alhamdulillah, nanti 16 Mei 2019, tarif pesawat sudah turun. Meskipun, netizen masih banyak yang ngambek. Saya juga kena imbasnya, setiap hari disentil oleh para travellers yang rata-rata bicara lantang melalui media sosial,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Arief Yahya memahami cara berpikir pada travellers itu, apalagi kaum milennial, yang di benaknya adalah jalan-jalan, piknik, berwisata, mengeksplorasi destinasi baru, atraksi baru, dan tempat-tempat baru. Mereka cukup terpukul, karena tahun 2018 mereka leluasa berwisata di banyak tempat di tanah air, bahkan daerah-daerah terpencil yang tersambung dengan akses udara.

Sejak 2019 ini, tiket pesawat naik hampir 100%. Tidak turun-turun dari peak season di akhir Desember 2018 itu, hingga sekarang. Suaranya di media social cukup “bising”, bahkan sampai ke Presiden Joko Widodo. Dan pada 11 Februari 2019, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani curhat di acara Gala Dinner HUT PHRI ke-50, Senin 11 Februari di Hotel Grand Sahid Jaya.

Harga tiket mahal itu, menurut Hariyadi Sukamdani, langsung berdampak pada tingkat hunian hotel yang anjlok. Bagasi berbayar juga langsung memukul penjualan took-toko souvenir dan bisnis oleh-oleh di destinasi wisata. Jumlah wisatawan, khususnya nusantara turun, dampaknya panjang. Dari pedagang sayur di pasar, petani, nelayan dan supplier food and beverages, sampai bisnis transportasi local, atraksi di daerah, semua lesu.

“Kenaikan harga yang mendadak, terlalu cepat dan terlalu besar, tentu akan menimbulkan kontraksi di pasar. Ada prinsip elastisitas harga, kalau harga naik 10%, pasar akan turun sekitar 10%,” kata Menpar Arief Yahya.

Pasca-regulasi baru Kemenhub yang sudah menurunkan tarif batas atas hingga 16% itu, netizen masih mencibir. Harga sudah naik 100% dari harga normal, menjadi total 200%, hanya dikurangi 16%, dianggap tidak nendang. Terlalu jauh dari tarif normal yang lama. Turun tarifnya masih “mahal”.

Bagi netizen, pihak yang dianggap paling bersalah adalah pemerintah, dalam hal ini Kemenhub. Meskipun Kemenhub tidak mungkin masuk sampai ke level harga. Kemenhub hanya bisa menetapkan batas atas dan batas bawah saja. Perusahaan maskapailah yang menentukan detail harga tersebut.

Menpar Arief Yahya berharap opsi kedua yang LCC – Low Cost Carrier, bisa turun lebih banyak. Menhub Budi Karya Sumadi pun sudah menghimbau agar maskapai LCC bisa menurunkan tarif lebih banyak lagi, agar masyarakat mendapatkan harga yang semakin terjangkau. “Saya sudah himbau industry penerbangan khususnya LCC untuk menurunkan harga hingga 50%, sehingga terjangkau oleh masyarakat,” ungkap Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan.

Jadi kapan harga itu akan turun? Menhub Budi Karya Sumadi menyebut Minggu ini. Sesuai dengan hasil rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019 lalu, tarif batas atas (TBA) tiket pesawat dikoreksi antara 12% hingga 16%. Keputusan itu mulai berlaku pada hari ini, Rabu 15 Mei 2019.

Seperti diketahui, Lebaran sebentar lagi, sekitar 4-5 Juni 2019. Hari Raya Idul Fitri itu ditandai dengan mudik, pergerakan jutaan orang dari Jakarta ke Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur dan Jawa Barat. “Karena itu, jauh hari sebelum H-7 dan H+5 itu harus sudah dijual harga tiket yang terjangkau masyarakat,” pungkasnya.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
46 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved