Perang Dagang Picu Pelarian Modal dari Pasar Negara Berkembang

Kamis, 16 Mei 2019 - 12:42 WIB
Perang Dagang Picu Pelarian...
Perang Dagang Picu Pelarian Modal dari Pasar Negara Berkembang
A A A
HONG KONG - Pasar negara berkembang mengalami pelarian modal terberat sejak Oktober tahun lalu dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS). Hal itu diungkapkan oleh Institute of International Finance (IIF) dalam sebuah laporan Rabu (15/5) lalu.

Presiden AS Donald Trump mengejutkan pasar global pekan lalu dengan menaikkan tarif barang-barang asal China di tengah-tengah negosiasi perdagangan. AS menuding China telah mundur dari komitmen sebelumnya. Beijing pun membalas aksi AS tersebut pada hari Senin (13/5) pekan ini.

Berdasarkan laporan IFF, eksodus dari pasar yang sedang berkembang dipimpin oleh ekuitas China, yang melihat arus keluar sebesar USD1,5 miliar pada Senin lalu, setelah investor mengambil USD2,5 miliar pada minggu lalu.

Arus modal keluar dari Taiwan mencapai USD400 juta pada hari Rabu lalu, dan negara-negara berkembang Asia lainnya, seperti Korea Selatan, India dan Indonesia.

"Hal itu mencerminkan tren China, menyoroti risiko pada kompleks pasar yang tengah berkembang yang lebih luas dari meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China," kata Ekonom IIF Jonathan Fortun dan Greg Basile seperti dikutip Reuters, Kamis (16/5/2019).

Namun demikian, aliran masuk obligasi tetap stabil, dengan Thailand mencatat aliran masuk harian tertinggi dalam hampir tiga bulan minggu ini, yakni lebih dari USD240 juta. IIF menyebutkan, arus keluar baru-baru ini mencapai sekitar USD1 miliar, terbesar sejak Oktober lalu yang sebesar USD1,1 miliar.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasar Terguncang, Negara...
Pasar Terguncang, Negara Berkembang Kehilangan Rp73.220 Triliun
Aliran Modal Asing Rp14.579...
Aliran Modal Asing Rp14.579 T Bakal Masuk ke Negara Berkembang Tahun Ini, RI Termasuk?
10 Negara Mayoritas...
10 Negara Mayoritas Muslim Tertarik Bergabung dengan BRICS
Duit Kabur dari Negara...
Duit Kabur dari Negara Berkembang Capai USD243 Miliar Saat Krisis Covid
Hati-hati! Ketidakpastian...
Hati-hati! Ketidakpastian Pasar Keuangan Masih Tinggi
Gara-gara Perang Tarif,...
Gara-gara Perang Tarif, AS Disebut Jadi Kacau Mirip Negara Berkembang
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
18 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved