Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp11,2 Triliun

Kamis, 16 Mei 2019 - 22:35 WIB
Bank Mandiri Bagikan...
Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp11,2 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyepakati pembayaran dividen sebesar 45% dari laba bersih 2018 atau sekitar Rp11,2 triliun. Dividen tersebut setara dengan Rp241 per lembar saham.

"Adapun sisa 55% dari laba bersih 2018 akan digunakan sebagai laba ditahan," kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto usai RUPST di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis dan memenuhi ketentuan terbaru regulator. Selain itu, hal ini juga sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya.

RUPST juga memutuskan untuk mempertahankan komposisi pengurus perseroan guna mempertahankan kinerja baik yang dibukukan tahun lalu dan mendukung pencapaian target tahun ini.

Sementara itu, hingga kuartal I 2019 perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh 23,4% (yoy) dibandingkan kuartal I 2018 dengan laba sebesar Rp5,9 triliun. Penopang utama pertumbuhan laba mengandalkan pendapatan bunga yang naik sebesar 15,05% (yoy) menjadi Rp22,0 triliun pada 2019.

Selain itu pendapatan bunga bersih naik 9,1% (yoy) menjadi Rp14,3 triliun. Selain itu, didorong oleh pertumbuhan kredit sebesar 12,4% (yoy) menjadi Rp790,5 triliun, di atas rata-rata pertumbuhan industri di kisaran 12,1% (yoy).

Direktur Keuangan Bank Mandiri Pandji Irawan mengungkapkan, penyaluran kredit produktif tercatat sebesar Rp522,6 triliun atau 76,3% dari portofolio kredit bank only. Jika dirinci, kredit modal kerja (bank only) sebesar Rp295,8 triliun atau tumbuh 7% yoy dan kredit investasi mencapai Rp226,7 triliun, naik 13,6% yoy.

Sementara itu, pembiayaan segmen corporate mencapai Rp301,9 triliun, tumbuh 17,9% yoy, segmen micro banking tumbuh 24,4% yoy menjadi Rp106,5 triliun, dan kredit consumer tumbuh 9,2% YoY menjadi Rp87,2 triliun. Adapun hingga Maret 2019, kredit infrastruktur yang telah disalurkan Bank Mandiri sebesar Rp177,8 triliun.

"Kredit tersebut disalurkan kepada 7 sektor utama yakni transportasi (Rp38,9 triliun), tenaga listrik (Rp 35,6 triliun), migas & energi terbarukan (Rp27,4 T), konstruksi (Rp20,5 triliun), Jalan tol (Rp17,7 triliun), telematika (Rp16,8 triliun), perumahan rakyat & fasilitas kota (Rp9,6 triliun), dan infrastruktur lainnya (Rp11,3 triliun)," bebernya.

Pada 2019, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit berada di kisaran 10%-12%. Sedangkan rasio Non Performing Loan atau kredit bermasalah perseroan (gross) akan dijaga pada kisaran 2,5% - 2,7%.

Sebelumnya, perseroan juga telah menerbitkan surat utang melalui program Euro Medium Term Notes (EMTN) dalam denominasi dolar AS senilai USD750 juta dengan tenor 5 thn dan kupon 3.75%.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan, surat utang yang jatuh tempo pada 11 April 2024 ini akan digunakan untuk tujuan umum perseroan. Dalam proses bookbuilding, perseroan menerima permintaan hingga melebihi USD3 miliar atau kelebihan permintaan (oversubscribed) 4 kali dari nilai yang diterbitkan.

"Tingginya permintaan yang masuk memungkinkan untuk menekan biaya penerbitan Global MTN ini menjadi US Treasury + 165 bps, yang sangat baik dibandingkan penerbitan sejenis oleh lembaga keuangan lain di kawasan Asia Tenggara," katanya.

EMTN ini memiliki rating internasional Baa2 dari lembaga pemeringkat Moody’s dan rating BBB- dari Fitch. HSBC dan Mandiri Securities ditunjuk sebagai Joint Global Coordinator. Sedangkan yang bertindak sebagai Joint Bookrunners adalah HSBC, Mandiri Securities, MUFG dan Standard Chartered Bank. Menurut dia, nilai penerbitan ini merupakan transaksi global bond terbesar yang pernah diterbitkan oleh bank dari Indonesia.

"Transaksi ini merupakan bagian dari rencana program penerbitan obligasi valas senilai USD2 miliar. Pada transaksi ini, perseroan menerima total permintaan lebih dari USD3 miliar dari investor asing," ungkap Darmawan.

Hal ini mengindikasikan sangat baiknya tingkat kepercayaan investor asing kepada perseroan jika melihat kinerja dan profil Bank Mandiri saat ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank Mandiri Sebar Dividen...
Bank Mandiri Sebar Dividen Rp43,51 Triliun, Setara 78% dari Laba
Gelar RUPST, Bank Mandiri...
Gelar RUPST, Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp16,82 Triliun
Bank Mandiri Tebar Dividen...
Bank Mandiri Tebar Dividen Jumbo Rp33,04 T, Setara 60% Laba 2023
Deretan BUMN yang Tebar...
Deretan BUMN yang Tebar Dividen Jumbo Triliunan Rupiah Tahun 2023
Kabar Baik! BRI Bayarkan...
Kabar Baik! BRI Bayarkan Dividen Interim Rp12,7 Triliun Hari Ini, Negara Kantongi Rp6,8 T
Bocoran RUPS Bank Mandiri:...
Bocoran RUPS Bank Mandiri: Dua Direksi Digeser ke Danantara
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
41 menit yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
46 menit yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
57 menit yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
1 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
1 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved