Defisit Dagang Lebar, Darmin Akui Mengancam Pertumbuhan Ekonomi

Jum'at, 17 Mei 2019 - 15:38 WIB
Defisit Dagang Lebar,...
Defisit Dagang Lebar, Darmin Akui Mengancam Pertumbuhan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, melebarnya defisit neraca perdagangan Indonesia yang sangat curam bisa mengancam menurunkan pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih lanjut terang dia, kinerja ekspor tengah menghadapi masa sulit akibat perang dagang yang terus berlanjut.

"Ya memang defisitnya sangat lebar, artinya membuat kita harus mempelajari situasi. Bukan hanya ekspor yang melambat, impornya juga mulai melambat. Sehingga kalau tidak bisa mencari jalan menjaga pertumbuhan, ini bisa menurun," ujar Menko Darmin di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Dengan situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, investasi menjadi fokus utama bagi pemerintah. Sebab, investasi selalu dikaitkan dengan upaya meningkatkan ekspor nasional. Namun, di sisi lain hal itu tidak mudah di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

"Kita tidak yakin bahwa (perang dagang) akan terjadi dalam jangka pendek, kalau mereka sudah kapok tentunya mereka pasti berdamai cepat-cepat berarti itu orang tidak kapok," tutur dia.

Perang dagang yang diprediksi olehnya bakal berlangsung panjang, membuat Darmin mengingatkan pentingnya mendorong investasi untuk industri yang dapat melakukan subtitusi barang impor dengan produksi dalam negeri. "Ini memang sejalan, kita ada tax holiday yang diberikan sehingga yang kita inginkan bukan hanya langsung untuk ekspor tetapi menggantikan yang impor," katanya.

Lebih lanjut, Darmin menyatakan, pemerintah masih harus bekerja lebih keras untuk mendorong substitusi impor maupun menjaga kinerja ekspor nasional. Di satu sisi, laju impor masih harus dijaga agar tidak melemah.

"Jadi ini adalah situasi yang kita lihat belakangan, tidak terlalu menggembirakan tetapi tidak perlu juga pesimis. Kalau mau ekspor kelihatan harus lebih cermat apa barangnya, itu sudah harus diidentifikasi dengan baik kalau cuma dicoba dalam situasi ini tentu tidak menarik," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan April...
Neraca Perdagangan April 2020 Defisit Rp5 Triliun
Surplus Neraca Dagang...
Surplus Neraca Dagang Belum Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Neraca Perdagangan Kuartal...
Neraca Perdagangan Kuartal I Surplus, Tapi Defisit Terhadap China
Neraca Dagang Surplus...
Neraca Dagang Surplus Bantu Ketahanan Ekonomi dan Rupiah
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Berita Terkini
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
3 menit yang lalu
Aktivitas Trading Token...
Aktivitas Trading Token Berbasis Saham AS Tumbuh di Kuartal II 2026
10 menit yang lalu
Praktis dan Cepat! BRI...
Praktis dan Cepat! BRI Multiguna Pre-Approved Hadirkan Solusi Finansial Spesial untuk Nasabah Terpilih
51 menit yang lalu
Diwarnai Kejatuhan 380...
Diwarnai Kejatuhan 380 Saham, Tren Pelemahan IHSG Berlanjut ke 6.130
51 menit yang lalu
Tetap Cerdas di Era...
Tetap Cerdas di Era Cashless, Begini Trik Jajan Nyaman Tanpa Bikin Dompet Kering
1 jam yang lalu
Rupiah Makin Loyo Imbas...
Rupiah Makin Loyo Imbas Pengunduran Diri Gubernur BI, Hari Ini Tembus Rp18.083/USD
1 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved