Wall Street Melemah Karena Pembicaraan Dagang AS-China Terhenti

Sabtu, 18 Mei 2019 - 09:58 WIB
Wall Street Melemah...
Wall Street Melemah Karena Pembicaraan Dagang AS-China Terhenti
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup lebih rendah pada Jumat waktu setempat, setelah media CNBC melaporkan bahwa pembicaraan dagang AS dan China terhenti.

Melansir dari CNBC, Sabtu (18/5/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 98,68 poin menjadi 25.764. Indeks S&P 500 tergelincir 0,6% menjadi 2.859,53. Nasdaq jatuh 1% menjadi 7.816,28. Wall Street gagal melanjutkan reli setelah tiga hari menang beruntun.

Sebuah sumber mengatakan kepada CNBC bahwa pembicaraan dagang AS-China terhenti karena pemerintahan Trump telah meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan telekomunikasi China, Huawei. Delegasi AS sendiri telah diundang ke Beijing awal pekan ini.

Laporan terhentinya pembicaraan dagang mengirim Dow Jones ke wilayah negatif, menghapus kenaikan sekitar 30%. Begitu juga dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq yang berbalik melemah.

Saham-saham perusahaan AS yang memiliki eksposur di luar negeri pun anjlok, seperti Apple turun 0,6%, membawa kerugian 4,1% selama seminggu. Saham perusahaan AS pemasok perangkat dan chip terhadap Huawei juga turun, seperi Qualcomm, Qorvo, dan Micron Technology yang masing-masing turun 1,6%, 6,1% dan 3,4%.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, Gao Feng, mengatakan bahwa AS menunjukkan "perilaku intimidasi" dan "mendikte" China dalam pembicaraan perdagangan. Dan menurut kantor berita China, Xinhua, bahwa China menyesalkan langkah AS yang meningkatkan sengketa perdagangan secara sepihak sehingga negosiasi terhenti.

Meningkatnya perang dagang kedua negara ekonomi besar dunia ini juga merontokan pasar saham China pada Jumat waktu setempat. Indeks Shanghai turun 2,5%, merupakan penurunan mingguan terbesar sejak Juli 2018.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Tengah Kekhwatiran...
Di Tengah Kekhwatiran Pandemi dan Perang Dagang, Wall Street Cetak Rekor
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Berita Terkini
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
8 menit yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
34 menit yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
1 jam yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
1 jam yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved