Ekonomi Jepang Mampu Tumbuh Usai Diramal Bakal Kontraksi

Senin, 20 Mei 2019 - 19:53 WIB
Ekonomi Jepang Mampu...
Ekonomi Jepang Mampu Tumbuh Usai Diramal Bakal Kontraksi
A A A
TOKYO - Ekonomi Jelang secara tak terduga mampu tumbuh dalam tiga bulan awal tahun ini hingga Maret 2019, setelah sebelumnya ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut diramalkan bakal kontraksi. Tercatat menurut data resmi produk domestik bruto (PDB) ekonomi negeri Matahari Terbit mampu menanjak naik pada level 2,1% secara tahunan pada periode itu.

Seperti dilansir BBC, raihan ini mengalahkan ekspektasi analis yang memperkirakan kontraksi 0,2% namun justru impor turun lebih cepat dari ekspor. Data diawasi dengan cermat untuk setiap sinyal bahwa kenaikan pajak penjualan yang direncanakan dapat ditunda. Ekspansi mengejutkan dalam angka PDB resmi, sebagian besar didorong oleh impor yang jatuh lebih cepat dari ekspor.

Impor mengalami penurunan mencapai sebesar 4,6% atau menjadi pelemahan terbesar dalam satu dekade, menurut Reuters saat ekspor juga turun lebih dari 2,4%. "Ketahanan ekonomi yang mengejutkan pada awal tahun ini berarti bahwa pertumbuhan PDB akan lebih kuat dari yang kami perkirakan," kata ekonom senior Jepang di Capital Economics Marcel Thieliant.

Thieliant juga menambahkan, bahwa melihat angka pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan, Jepang "akan terus maju dengan kenaikan pajak penjualan yang dijadwalkan 1 Oktober". Beberapa pembuat kebijakan menyerukan penundaan kenaikan pajak penjualan dari 8% menjadi 10% karena latar belakang kondisi ekonomi domestik dan global yang tidak pasti.

Perdana Menteri Shinzo Abe telah menunda peningkatan yang direncanakan dan ketidakpastian dalam ekonomi dunia, termasuk perlambatan pertumbuhan di China dan perang dagangnya dengan AS yang menimbulkan kekhawatiran bahwa hal itu mungkin akan tertunda lagi.

Tetapi Menteri Ekonomi Toshimitsu Motegi tampaknya menunjukkan bahwa rencana untuk pajak penjualan yang lebih tinggi tetap berada dalam jalur. "Tidak ada perubahan pada pandangan kami bahwa fundamental mendukung permintaan domestik tetap solid," kata Motegi kepada wartawan, menurut Reuters.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
12 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
40 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
52 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved