Harga Cabai di Sulut Meroket, Pasokan Didatangkan dari Surabaya

Selasa, 21 Mei 2019 - 02:15 WIB
Harga Cabai di Sulut...
Harga Cabai di Sulut Meroket, Pasokan Didatangkan dari Surabaya
A A A
MANADO - Harga cabai (rica) meroket sejak awal Ramadhan hingga saat ini pada pasar-pasar tradisional di Manado. Tercatat cabai lokal yang dipasok dari Gorontalo dan Minahasa di jual pada kisaran Rp40.000 per kg untuk terus merangkak naik hingga Rp100.000 sampai Rp120.000 per kg. Sementara cabai dari Surabaya relatif murah di kisaran Rp60.000 per kg.

Menyikapi hal ini, Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) akan mendatangkan pasokan cabai dari Surabaya untuk menstabilkan harga yang sempat menyentuh harga Rp120 ribu per kg. Gubernur Sulut Olly Dondokambey menegaskan intervensi yang dilakukan dipastikan tidak merugikan petani dan pedagang. Pasalnya ketika harga sudah stabil maka pasokan bakal dihentikan.

“Intervensi hanya hanya untuk stabilitas harga. Artinya jangan sampai lebih dari 50 ribu rupiah per kilogram. Makanya pasokan dilakukan hanya sebesar 20 ton per hari,” kata Olly saat menghadiri rapat koordinasi High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulut yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Senin (20/5).

Olly meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulut diharapkan mampu mengendalikan inflasi utamanya dalam pengendalian ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga.

TPID Sulut juga harus mewaspadai gejolak harga bawang, rica dan tomat (Barito) yang biasa terjadi menjelang Idul Fitri dan perayaan keagamaan lainnya. “Komoditi Barito perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan inflasi. Saya yakin TPID mampu menjaga inflasi,” pinta Olly.

Menurutnya, terjadinya deflasi pada bulan April sebesar 1,27% merupakan tabungan yang baik menghadapi Idul Fitri 2019. “Angka ini juga memotivasi kita meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 hingga 6,7 persen dan inflasi 2,7 plus minus 1 persen pada tahun ini,”tuturnya.

Disamping itu, menurut dia, sejak dibentuknya TPID Sulut, tingkat inflasi dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan sangat baik. “Karena dapat menjaga inflasi, kita mendapatkan satu penghargaan inflasi terbaik se Sulawesi. Inilah yang harus dijaga. Karena, untuk apa pertumbuhan ekonomi tinggi, jika inflasi juga tinggi. Maka hal itu tidak ada nilainya,” tandasnya.

HLM TPID Sulut sendiri dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat Pemprov Sulut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Usai Tahun Baru, Harga...
Usai Tahun Baru, Harga Cabai Merah di Batubara Tak Lagi Menyengat
Harga Cabai Rawit di...
Harga Cabai Rawit di Gresik Tembus Rp120 Ribu Per Kilogram
Harga Cabai Mahal, Emak-emak...
Harga Cabai Mahal, Emak-emak Diminta Konsumsi Cabai Olahan dan Tanam Sendiri
Waduh! Terungkap Harga...
Waduh! Terungkap Harga Cabai Mahal karena Kena Penyakit
Harga Cabai Rawit Bikin...
Harga Cabai Rawit Bikin Pedagang Cemas Pembeli Jadi Irit
Drama Cabai Rawit Merah:...
Drama Cabai Rawit Merah: Sudah Harga Meroket, Stok Sulit Didapat Pula
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
9 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
33 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
42 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
1 jam yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
1 jam yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved