Kementan Pastikan Asuransi Pertanian Menguntungkan Petani

Rabu, 22 Mei 2019 - 23:34 WIB
Kementan Pastikan Asuransi...
Kementan Pastikan Asuransi Pertanian Menguntungkan Petani
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian akan terus mensosialisasikan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) kepada petani. Sebab, selain menguntungkan juga menenangkan dan tidak khawatir gagal panen.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan, hanya dengan mengeluarkan uang sebungkus rokok, dengan asuransi pertanian maka petani tidak perlu lagi khawatir dengan bencana yang mengancam tanamannya.

Sarwo Edhy menjelaskan, per musim tanam, petani hanya dituntut mengeluarkan uang Rp36.000 atau sekitar 20% per hektar dari Rp180.000. Selebihnya Rp144.000 atau sekitar 80% ditanggung pemerintah.

"Jika suatu saat nanti lahan sawah petani terkena banjir, kekeringan, serangan organisma pengganggu tanaman (OPT) sawahnya rusak 75% per petak alami, kami ganti Rp6 juta per hektar per musim tanam," ujar Sarwo, Rabu (22/5/2019).

Sarwo Edhy menjelaskan, tujuan dari asuransi adalah memberikan semangat kepada para petani agar tidak khawatir bila terjadi bencana. Sebab dengan adanya nilai pertanggungan itu, petani bisa kembali bercocok tanam.

Selain AUTP, Kementan juga membuat Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) dengan premi Rp200.000 per ekor. Peternak mengeluarkan uang Rp40.000 atau sekitar 20%, selebihnya Rp180.000 atau 80% ditanggung pemerintah.

"Nilai pertanggungan kalau mati yang disebabkan mati saat beranak, mati karena penyakit, dan mati karena kecelakaan Rp10 juta per ekor. Kalau hilang karena kecurian dapat Rp7 juta per ekor. Mudah-mudahan petani kita bisa lebih memanfaatkan program asuransi yang sangat baik ini," ujar Sarwo Edhy.

Semoga petani semakin memanfaatkan peluang yang di sodorkan Kementan, dari budidaya hingga asuransi padi dan ternak sapi atau kerbau," sambungnya.

Menurut Sarwo Edhy, Klaim AUTP pada 2015 ada 3.492 hektar, 2016 ada 11.107 hektar, 2017 naik lagi 25.028 hektar dan tahun 2018 ada 10.754 hektar. "Ini luar biasa, tinggal dikalikan aja, untuk padi dikali Rp6 juta, untuk sapi Rp10 juta," ujar Sarwo Edhy.

Kementan memprogramkan AUTP untuk 2019, sekitar satu juta hektar, dengan realisasi hingga saat ini sekitar 76.702 hektar. Presentasenya 7,67% dari pagu anggaran Rp146 miliar. Kemudian real bantuan premi Rp2.820.761.280 atau 19.588,62 hektar.

Kemudian untuk AUTS dan kerbau mengalami peningkatan. Tahun 2016 hanya 20.000 ekor, 2017 sekitar 92.000 ekor, 2018 sebanyak 88.673 ekor. Kemudian klaim 2016 ada 697 ekor, 2017 ada 3.470 ekor dan 2018 ada 1.736 ekor. Perkembangan AUTS target di 2019 ini sekitar 120.000 ekor, realisasi polis ada 7.553 ekor pagu anggaran Rp19,2 miliar. Kemudian bantuan premi kurang lebih Rp1,1 miliar atau 80%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Demak Bisa Manfaatkan...
Petani Demak Bisa Manfaatkan Asuransi untuk Hindari Kerugian
Jasindo: Asuransi Usaha...
Jasindo: Asuransi Usaha Tani Padi Solusi di Tengah Cuaca Tak Menentu
30 Ribu Hektare Lahan...
30 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Lampung Sudah Diasuransikan
Petani Bali Didorong...
Petani Bali Didorong Ikut Asuransi Pertanian, Ini Alasannya
Antisipasi Cuaca Buruk,...
Antisipasi Cuaca Buruk, Petani Lampung Diajak Gunakan Asuransi
Asuransi Cover Lahan...
Asuransi Cover Lahan Pertanian di Salatiga
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
39 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
13 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
13 jam yang lalu
Infografis
Metode Ilmuwan untuk...
Metode Ilmuwan untuk Pastikan Keberadaan Harimau Jawa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved