Bea Cukai Mulai Kampanye Gempur Rokok Ilegal

Kamis, 23 Mei 2019 - 14:55 WIB
Bea Cukai Mulai Kampanye...
Bea Cukai Mulai Kampanye Gempur Rokok Ilegal
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea Cukai memulai kampanye bersama penindakan rokok ilegal bertajuk “Gempur Rokok Ilegal”, yang dicanangkan dalam acara yang digelar di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Gerakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menindak peredaran rokok ilegal, baik melalui pendekatan administrasi pajak (tax administration approaches) maupun kebijakan (policy oriented). Secara administrasi, pemerintah akan terus mendorong penegakan hukum (law enforcement), memonitor produksi, dan melakukan lisensi (licensing). Sementara, dari sisi kebijakan, pemerintah terus mengharmonisasi tarif, menutup legal loopholes, dan memperluas kampanye anti rokok ilegal melalui pendidikan.

“Kalau tingkat peredaran rokok ilegal masih tinggi, tidak cukup kita hanya fokus di instrumen tarif, harus ada kombinasi dengan penegakan hukum, yaitu lewat penindakan rokok ilegal. Di tahun 2018, tingkat peredaran rokok ilegal (illicit cigarette) adalah 7%, dan tahun ini target kita adalah mampu menekan peredaran rokok ilegal hingga ke level 3%. Melalui pengawasan yang efektif, yakni aksi gempur rokok ilegal ini diharapkan dapat mendorong kepatuhan pengguna jasa di bidang cukai dan akhirnya akan menurunkan persentase rokok ilegal di pasaran,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi.

Ia menambahkan, kampanye ini juga merupakan salah satu bukti keseriusan Bea Cukai dalam penegakkan hukum di bidang cukai dan memberikan keadilan bagi para pengusaha rokok yang selama ini taat terhadap aturan yang ada. “Usaha yang legal kami perhatikan. Jangan dibuat susah, semuanya harus mudah, karena legal itu mudah. Sedangkan yang ilegal kita ajak agar patuhi aturan, persaingan jadi fair karena pasar diisi barang-barang yang legal.”

Lebih jauh mengenai kampanye ini, Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro menjelaskan kampanye Gempur Rokok Ilegal membutuhkan dukungan dan komitmen dari asosiasi industri rokok, pemerintah daerah, dan masyarakat umum. Kampanye dijalankan dengan penyebaran dan pemasangan materi kampanye Gempur Rokok ilegal melalui unit vertikal Bea Cukai dan jaringan distribusi anggota asosiasi industri, sekaligus pemerintah setempat.

Menanggapi hal ini, perwakilan Gabungan Pengusaha Rokok Indonesia (GAPRI), Willem, menyebutkan bahwa pihaknya siap mendukung kampanye rokok ilegal oleh Bea Cukai, “kami mendukung dan siap memberikan bantuan untuk Bea Cukai. Penindakan rokok ilegal bukan hanya sebagai obat penurun panas, tapi juga langkah strategis yang diperlukan untuk mengatasi peredaran rokok ilegal.”
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
DJBC Sulawesi Bagian...
DJBC Sulawesi Bagian Selatan Ikut Meriahkan Hari Bea Cukai ke-75
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Gaji dan Tunjangan Pegawai...
Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Berbagai Golongan, Ada Sampai Puluhan Juta Sebulan
Sebut Netizen Babu dan...
Sebut Netizen Babu dan Bacot, Pegawai Bea Cukai Ini Kena Sanksi
Pelayanan Bea dan Cukai...
Pelayanan Bea dan Cukai Dipastikan Tetap Lancar Meski Gunakan Sistem Manual
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
11 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
21 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved