Peluang Boeing 737 Max Kembali Terbang Masih Belum Jelas

Kamis, 23 Mei 2019 - 20:27 WIB
Peluang Boeing 737 Max...
Peluang Boeing 737 Max Kembali Terbang Masih Belum Jelas
A A A
NEW YORK - Regulator penerbangan Amerika Serikat (AS) mengindikasikan bahwa kemungkinan pesawat Boeing 737 Max untuk kembali terbang bisa lebih lama dari yang diharapkan sebelumnya. Pejabat Direktur Jenderal Federal Aviation Authority (FAA) AS Dan Elwell mengatakan, jika memungkinan larangan tersebut dicabut maka akan dilakukan.

Seperti dilansir BBC, Kamis (23/5/2019) dijadwalkan pada hari ini regulator penerbangan dari seluruh dunia bakal melakukan pertemuan untuk merundingkan waktu yang tepat armada Boeing 737 Max kembali diterbangkan. Pertemuan antar regulator pemerbangan duni tersebut bakal dipimpin oleh Administrasi Penerbangan Federal ( FAA) Amerika Serikat.

Seperti diketahui sebelumnya pesawat pabrikan Boeing jenis 737 Max telah dikandangkan sejak Maret 2019 menyusul kecelakaan dua pesawat jenis tersebut dalam selang waktu lima bulan. Kedua kecelakaan yang melibatkan armada milik Ethiopian Airlines dan Lion Air dimana secara keseluruhan sudah menewaskan 346 orang.

CEO Ryanair Michael O'Leary mengatakan, awal pekan ini bahwa Ia berharap 737 Max akan menerima persetujuan pada akhir Juni atau awal Juli. Sementara Elwell memberikan jawaban, ketika ditanya oleh wartawan apakah realistis bahwa 737 MAX dapat terbang lagi pada musim panas.

"Jika Anda mengatakan Oktober, saya belum bisa memastikan karena kami belum selesai menentukan dengan tepat apa persyaratannya. Jika butuh satu tahun untuk menemukan semua yang kita butuhkan untuk memberikan kepercayaan diri mencabut perintah (larangan terbang). Kita akan melakukannya," tegasnya.

Sambung dia mengungkapkan, diskusi dengan Boeing telah disepakati tentang pembaruan keselamatan. Satu keputusan yang belum dibuat FAA adalah apakah perlu atau tidaknya pilot untuk menjalani pelatihan simulator untuk pembaruan keselamatan.

Boeing pun mengklaim telah rampung memperbarui perangkat lunak pesawat yang harus di setujui oleh FAA. Pihak regulator menyatakan bakal memberikan analisis keamanannya kepada delegasi dari 33 negara, termasuk Inggris, Eropa dan Cina, pada pertemuan di Texas.

Sejauh ini Boeing telah mengembangkan perangkat lunak versi terbaru dari Manoeuvring Characteristics Augmentation System (Mcas) untuk pesawat jenis 737 Max, sebuah fitur baru yang didesain untum meningkatkan kendali pesawat sekaligus untuk menghentikan pesawat dalam keadaan sudut yang terlalu tinggi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Spesifikasi Boeing...
Ini Spesifikasi Boeing 787-9 Dreamliner yang Mengalami Turbulensi Parah
NTSB Pastikan Pintu...
NTSB Pastikan Pintu Boeing 737 Max 9 yang Terlepas saat Terbang Buatan Malaysia
Menyesatkan Investor...
Menyesatkan Investor Soal Kecelakaan 737 MAX, Boeing Bayar Denda Rp2,99 Triliun
Pesawat China Eastern...
Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Boeing Jadi Sorotan
FAA Desak Boeing Periksa...
FAA Desak Boeing Periksa Ulang Semua Pintu 737 Max 9
Alasan Boeing Bikin...
Alasan Boeing Bikin Pesawat Baru di Metaverse
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Menakar Peluang Timur...
Menakar Peluang Timur Kapadze Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved