Ekonomi Digital Jadi Kunci Hindari Jebakan Pendapatan Menengah

Jum'at, 24 Mei 2019 - 21:04 WIB
Ekonomi Digital Jadi...
Ekonomi Digital Jadi Kunci Hindari Jebakan Pendapatan Menengah
A A A
JAKARTA - Ekonomi digital menurut ekonom menjadi pilar penting bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dan menjadi negara dengan pendapatan tinggi. Lebih lanjut Ekonom Raden Pardede menerangkan, lewat perkembangan teknologi dan digitalisasi akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Sampai 2035, yang perlu diperhatikan adalah memfasilitasi generasi muda yang savvy dalam dunia digital, supaya digitalisasi ekonomi menjadi prioritas, terutama dalam 15 tahun ke depan," sambung Ekonom Raden Pardede dalam Diskusi Ekonomi Kadin Indonesia di Jakarta pada Jumat (24/5/2019).

Ia memaparkan untuk bisa lepas dari middle income trap, maka ekonomi Indonesia harus bertumbuh 7%. Menurutnya harus ada usaha lebih keras lagi dan perlu ada terobosan baru terutama reformasi struktural.

Kaum muda Indonesia terang dia tergolong sebagai bonus demografi hingga 2035, sesudah 2035, maka dapat dilihat bahwa generasi manusia Indonesia mulai menua sehingga jumlah usia produktif dan tabungan akan berkurang. Karena itu Ia menekankan, pentingnya untuk mempersiapkan sumber daya terlatih yang dibutuhkan industri.

Meski begitu, Ia mengutarakan pembangunan secara masif yang dilakukan pemerintah pada sektor infrastruktur sudah berada di track yang benar. "Di periode ini, Presiden terpilih akan fokus pada pengembangan human capital. Reformasi pendidikan setidaknya butuh satu generasi untuk terlihat hasilnya. Oleh karena itu perlu digabungkan dengan policy yang bisa menunjukkan hasil dalam periode singkat maupun menengah," tambahnya.

Sementara terkait kondisi global saat ini yang penuh ketidakpastian seiring memanasnya perang perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS). Ini disebabkan oleh bentroknya dominasi global, karena muncul superpower baru yang menyaingi dominasi AS. Tren populisme juga sedang naik yang turut mempengaruhi perpolitikan.

"Dari sisi arus modal, trade war membuat modal mengalir ke negara maju, mengakibatkan rupiah tertekan. Situasi global yang memanas seperti ini menjadi PR bagi Indonesia," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Sukses Raup Cuan di...
Sukses Raup Cuan di Usia Muda
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
KTT G20 Beragendakan...
KTT G20 Beragendakan Transformasi Ekonomi Berbasis Digital
HUB.ID Partner Day x...
HUB.ID Partner Day x Nex-BE Fest 2023
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved